Home
/
Automotive

Spek Mobil Geely dan BYD Beda dari Klaim, Kok Bisa?

Otoritas China menemukan deviasi wheelbase pada Geely EX2 dan klaim efisiensi bahan bakar tidak sesuai pada BYD Qin L DM-i.

Spek Mobil Geely dan BYD Beda dari Klaim, Kok Bisa?

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Otoritas otomotif China menemukan masalah pada tujuh model Kendaraan Energi Baru (NEV) dalam pengawasan ketat periode 2025.
  • Dua pemain besar yang terdampak adalah Geely EX2 dengan deviasi jarak sumbu roda dan BYD Qin L DM-i karena efisiensi bahan bakar yang tidak sesuai klaim.
  • Masalah pada Geely EX2 dikategorikan sebagai persoalan kesesuaian produksi, bukan cacat fungsi atau masalah keselamatan.
  • Pemerintah China meluncurkan kampanye nasional pengawasan kualitas kendaraan selama satu tahun mulai 27 Agustus 2026.

Uzone.id - Otoritas otomotif di China baru saja merilis hasil pengawasan ketat terhadap kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle untuk periode 2025. 

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, atau MIIT, menemukan tujuh model kendaraan yang bermasalah, di antaranya mencakup dua pemain besar industri yaitu Geely EX2 dan BYD Qin L DM-i. 




Penting untuk dipahami bahwa temuan ini didasarkan pada sampel kendaraan dan tidak berarti terjadi kerusakan massal pada semua unit di jalan.

Masalah pada Geely EX2

Geely EX2, atau yang dikenal dengan nama Xingyuan di pasar domestik, menjadi subjek pemeriksaan untuk model berkode JL7001BEV71 yang diproduksi oleh Zhejiang Haoqing Automobile Manufacturing Co., Ltd. 

Hasil inspeksi menunjukkan adanya deviasi jarak sumbu roda atau wheelbase yang melampaui batas toleransi 1 persen dari data homologasi resmi. 

Temuan pada EX2 dikategorikan sebagai persoalan kesesuaian produksi, bukan laporan mengenai kerusakan atau masalah keselamatan kendaraan.

Oleh sebab itu, persoalan ini murni perihal konsistensi spesifikasi di lini produksi, bukan cacat fungsi, sebagaimana dikutip dari Carnewschina.

Geely sendiri saat ini tengah melakukan ekspansi pasar, termasuk membuka pesanan di Eropa dengan target masuk jaringan diler pada September 2026.

Klaim Efisiensi Bahan Bakar BYD Qin L DM-i Dipertanyakan

Kasus berbeda menimpa BYD dengan model Qin L DM-i berkode BYD7153WT6HEV. Masalah yang ditemukan regulator berfokus pada efisiensi bahan bakar yang tidak sesuai dengan klaim pabrikan. 

Dalam pengujian, otoritas terkait mencatat konsumsi bahan bakar Qin L DM-i dalam kondisi Charge-Sustaining mode tercatat lebih tinggi dibandingkan angka yang didaftarkan BYD dalam katalog resmi kendaraan.

Perlu diketahui, CS mode adalah kondisi saat baterai tegangan tinggi berada di level rendah, sehingga mesin pembakaran internal mengambil alih sebagai sumber tenaga utama. 

Ini bukanlah persoalan terkait jarak tempuh listrik, melainkan efisiensi saat sistem hybrid tersebut bekerja. 

Model ini sendiri menggunakan teknologi DM 5.0 yang diklaim mampu menempuh jarak listrik murni hingga 210 kilometer.

Tindakan Pemerintah China dan Pengawasan Kualitas

Tindakan dari pemerintah China tidak berhenti pada temuan semata. Inspeksi ini bertepatan dengan dimulainya kampanye nasional pengawasan kualitas kendaraan yang berlangsung selama satu tahun mulai 27 Agustus 2026. 

Program ini melibatkan sinergi antara MIIT, Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Ekologi dan Lingkungan, serta State Administration for Market Regulation. 

Regulator memiliki kewenangan untuk melakukan serangkaian tindakan tegas, mulai dari perintah perbaikan, penangguhan produk dari katalog resmi, hingga penghentian pengiriman data sertifikat kesesuaian. 

Meski demikian, belum ada rincian tindakan spesifik yang dijatuhkan kepada Geely maupun BYD.

Dampak pada Penjualan Model Terdampak

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat kedua model tersebut adalah tulang punggung penjualan. 

Penjualan Geely Xingyuan pada Juli 2026 mencapai 32.306 unit, yang berarti mengalami penurunan 27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 




Sementara itu, performa BYD Qin L DM-i tercatat sebanyak 7.732 unit pada bulan yang sama, dengan penurunan tahunan yang cukup dalam mencapai 68,4 persen. 

Di tengah persaingan industri otomotif China yang semakin sengit, seluruh produsen kini dituntut untuk memperketat manajemen rantai pasok dan kendali produksi agar tetap patuh terhadap regulasi yang ada.

FAQ Artikel

Apa masalah utama yang ditemukan MIIT pada kendaraan Geely EX2 dan BYD Qin L DM-i?

MIIT mendapati Geely EX2 memiliki deviasi jarak sumbu roda yang melebihi batas toleransi, sementara BYD Qin L DM-i memiliki efisiensi bahan bakar yang tidak sesuai dengan klaim pabrikan dalam kondisi Charge-Sustaining mode.

Apakah masalah pada Geely EX2 terkait keselamatan kendaraan?

Tidak. Temuan pada Geely EX2 dikategorikan sebagai persoalan kesesuaian produksi terkait konsistensi spesifikasi di lini produksi, bukan laporan mengenai kerusakan atau masalah keselamatan kendaraan.

Apa itu 'Charge-Sustaining mode' pada kendaraan hybrid seperti BYD Qin L DM-i?

Charge-Sustaining (CS) mode adalah kondisi saat baterai tegangan tinggi pada kendaraan hybrid berada di level rendah, sehingga mesin pembakaran internal mengambil alih sebagai sumber tenaga utama untuk menggerakkan kendaraan dan mengisi daya baterai.

Tindakan apa yang akan diambil pemerintah China terhadap temuan ini?

Pemerintah China melalui MIIT dan kementerian terkait memiliki kewenangan untuk melakukan serangkaian tindakan tegas, mulai dari perintah perbaikan, penangguhan produk dari katalog resmi, hingga penghentian pengiriman data sertifikat kesesuaian. Ini bagian dari kampanye nasional pengawasan kualitas kendaraan selama satu tahun.

Bagja Pratama

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article