icon-category Telco

Strategi Telkomsel, Indosat dan XL Axiata Hadapi Ancaman Resesi 2023

  • 30 Nov 2022 WIB
Bagikan :
Ilustrasi foto: Raka Rahmadani/Unsplash

Uzone.id - Tahun 2023 sudah di depan mata dan di tahun ini pula ekonomi global diramal akan gelap gulita. Kondisi ekonomi ini tentu akan mengguncang berbagai sektor, tak terkecuali sektor telekomunikasi. 

Walaupun resesi ekonomi diprediksi takkan memberikan dampak besar pada Indonesia, Ririek Adriansyah selaku Ketua ATSI mengatakan kalau dampak ancaman resesi ekonomi akan menambah tantangan bagi industri komunikasi di Indonesia.

“Diantaranya pertumbuhan isu yang melambat dikarenakan konsumsi pelanggan yang menurun dan harga langganan data yang semakin rendah. Serta biaya operasi yang terus meningkat,” ujarnya dalam acara diskusi akhir tahun Indotelko, Rabu, (30/11). 

Menghadapi ancaman tersebut, sebagai raksasa telekomunikasi di Indonesia, Telkomsel, XL Axiata dan juga Indosat Ooredoo Hutchison memaparkan strategi mereka di tahun ‘gelap gulita’ tersebut.

Dalam acara yang sama, Hendri Mulya Syam selaku Direktur Utama Telkomsel mengatakan kalau Telkomsel terus mengedepankan komitmen yang sama untuk terus melampaui batas dan bergerak maju dalam memberdayakan Indonesia.

Baca juga: Internetnya IndiHome Bantu Penyandang Disabilitas Berkarya

“Telkomsel telah memastikan keberlanjutan roadmap perusahaan untuk menghadapi tantangan tersebut dengan berinovasi menghadirkan ragam solusi layanan bisnis vertikal bagi masyarakat sebagai bekal bersama menghadapi tantangan resesi,” ujarnya.

Strategi pertama yang akan dilakukan oleh Telkomsel adalah memperkuat core bisnis Telkomsel dengan menghadirkan ragam paket internet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,

Selanjutnya, Telkomsel juga memperluas dan memperkuat layanan lewat berbagai platform termasuk edutech Kunci dan healthtech Fita. Telkomsel juga turut meluncurkan layanan digital di sektor pangan yaitu DFE (Digital Food Ecosystem). Di sektor fintech, Telkomsel menghadirkan layanan LinkAja.

Tak ketinggalan, Telkomsel juga terus mendukung digitalisasi para pelaku UMKM lewat platform 99% Usahaku. Selain itu, Hendri juga serius mengembangkan anak bisnisnya seperti TMI dan Indico serta melakukan investasi pada GoTo.

“Dengan seluruh tantangan yang ada dan yang akan berdampak di tahun 2023, Telkomsel meyakini bahwa hanya dengan berkolaborasi seluruh tantangan tersebut akan menjadi peluang,” tegasnya.

Sementara itu, Dian Siswarini selaku CEO dan President Director XL Axiata mengatakan kalau resesi global disebabkan oleh adanya konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang berpengaruh pada pasokan global, adanya inflasi di negara-negara maju menyebabkan peningkatan suku bunga, serta kebijakan China dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Walaupun akan ada beberapa tantangan di tahun 2023, kami tetap yakin bahwa pertumbuhan XL Axiata masih akan tetap positif seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena di balik tantangan tersebut, kami melihat beberapa peluang yang bisa kami dapatkan dan kami manfaatkan,” kata Dian.

Baca juga: Pasca Gempa Cianjur, Apa Kabar Jaringan Telkomsel, XL dan Indosat?

XL Axiata sendiri akan berfokus pada 3 pilar, yang pertama adalah meningkatkan penawaran konvergen di sisi keluarga dan juga bisnis, seperti memberikan konten digital terbaik lewat partnership dan paket yang sesuai dengan kebutuhan.

Di sisi bisnis, menghadirkan solusi terpadu bagi SME atau UMKM. XL juga akan meningkatkan infrastruktur jaringan salah satunya memperluas jaringan di luar Jawa.

Pilar ketiga, XL Axiata juga akan berfokus pada Customer Experience dengan cara memberikan layanan kepada para pelanggan secara terpadu yaitu secara end-to-end.

“Kemudian juga pengalaman layanan yang digital dan personal sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan seperti paket dan konten yang sesuai dengan ketertarikan pelanggan,” tambah Dian.

Selanjutnya, untuk Indosat Ooredoo Hutchison, CEO Vikram Sinha mengatakan bahwa strategi perusahaan adalah mendukung transformasi digital dengan berbagai cara termasuk mengembangkan layanan jaringan 5G di Indonesia.

“Sekarang jaringan 5G sudah tersedia di 8 wilayah, dan ketika semua ekosistem sudah siap, Indosat saat ini juga telah sepenuhnya siap, baik untuk industri 4.0, gamers, video HD dengan low latency, kami akan membawa semuanya di waktu yang tepat,” kata Vikram.

Indosat Ooredoo Hutchison juga akan berfokus pada infrastruktur literasi digital khususnya untuk generasi-generasi muda di Indonesia, selain itu strategi lainnya adalah terus mendukung dan berkolaborasi dengan pelaku UMKM dengan salah satu platform yang telah diluncurkan yaitu IDE (Indosat Digital Ecosystem) dan ID camp untuk digital talent.

“Kami juga berkomitmen untuk menghadirkan kesempatan yang sama untuk perempuan, kami memiliki program bernama SheHacks,” tambah Vikram.

Vikram menambahkan bahwa semua komitmen ini tak bisa menjadi kenyataan apabila dikerjakan oleh satu pihak saja, namun dengan pendekatan ‘Gotong Royong’.

“Kami yakin kalau kekuatan dari gotong royong ini di Indonesia dapat membuat kolaborasi ini menguntungkan untuk kedua belah pihak (win-win) dan digunakan untuk tujuan lebih besar termasuk empowering setiap warga Indonesia,” tambahnya.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini