
Uzone.id – Film animasi 'Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - Infinity Castle' berhasil mendulang kesuksesan sejak pertama kali tayang. Film animasi garapan studio Ufotable ini berhasil meraup 70 juta dolar atau sekitar Rp 1,08 triliun di minggu awal perilisannya di Jepang.
Ketika resmi tayang di Indonesia, film 'Demon Slayer' mencatatkan rekor baru dengan jumlah penonton lebih dari 2,4 juta setelah tayang selama 21 hari. Angka tersebut membuat film animasi ini dinobatkan sebagai film anime terlaris sepanjang masa di Indonesia.Sayangnya, kesuksesan film ini malah memicu kampanye penipuan di seluruh dunia. Penjahat siber dengan sengaja mengeksploistasi minat pengguna terhadap film ini. Pelaku dengan sengaja memberi iming-iming janji akses gratis untuk menonton film animasi yang satu ini.
Pakar Kaspersky telah mengidentifikasi situs web penipuan dalam berbagai bahasa, yang menunjukkan bahwa para penyerang berusaha menjangkau khalayak global dengan mengeksploitasi popularitas film tersebut.
Alur skemanya dimulai dengan penyerang membuat situs web palsu yang mengklaim penawaran akses gratis ke film 'Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba' dengan sulih suara dalam bahasa asli pengguna.
Namun, ketika pengunjung mencoba memutar video, sebuah pemutar palsu muncul, yang mendorong mereka untuk mendaftar agar dapat mengakses film tersebut dan menerima ‘akses tak terbatas’ ke konten platform.
Untuk mendaftar dan melanjutkan menonton film, pengguna diminta memberikan informasi pribadi, seperti alamat email dan, dalam beberapa kasus, nomor ponsel, selain membuat
kata sandi.
Langkah selanjutnya dari pendaftaran palsu ini yaitu meminta detail perbankan dengan kedok uji coba gratis yang menempatkan pengguna pada risiko pencurian kredensial, terutama jika kata sandi yang sama digunakan di beberapa akun, dan potensi kerugian finansial.
Untuk menghindari skema penipuan serupa, Kaspersky menyarankan kepada para pengguna—terutama penggemar anime—untuk mengikuti langkah-langkah berikut ini:
“Kami telah menyaksikan pelaku kejahatan siber sering kali mencoba mengambil keuntungan dari penayangan film terkenal seperti 'Demon Slayer', dengan mengeksploitasi basis penggemar waralaba populer. Kami sangat menganjurkan pengguna untuk mengakses konten hanya melalui platform resmi guna melindungi data pribadi mereka dan menghindari kerugian finansial,” pungkas Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky.