
Uzone.id — Kabar pemangkasan karyawan perusahaan teknologi Indonesia kembali tercium. Setelah Blibli yang dilaporkan memangkas 400 karyawan, Tiket.com yang juga merupakan anak perusahaan Blibli disebut ikut memangkas karyawannya.
Hal tersebut pertama kali dilaporkan oleh akun @ecommurz, Kamis malam, (30/10). Dalam postingan tersebut, Tiket.com disebut-sebut memangkas kurang lebih 5 persen dari karyawannya saat ini setelah menggelar townhall.“Setelah bertahun-tahun tidak melakukan layoff masal, Tiket.com dikabarkan telah mengurangi 5 persen karyawannya (sekitar 60 karyawan),” tulis akun tersebut.
Pemangkasan ini juga menjadi yang pertama semenjak era pandemi selesai dan dikabarkan merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam perampingan operasional.
Selain itu, alasan lain dari pemangkasan ini juga menjadi bagian dari efisiensi dan menjaga keberlanjutan di tengah kondisi pasar yang sedang lesu.
Selain PHK, Tiket juga dikabarkan akan menyesuaikan kompensasi untuk jajaran Direksi perusahaan, melakukan pemindahan sebagian operasi outsourcing, serta menghentikan fasilitas snack bulanan untuk karyawan.
“Tiket juga dikabarkan mengurangi biaya pemasaran dan operasional dengan meningkatkan penggunaan otomatisasi, AI, dan melakukan renegosiasi dengan sejumlah mitra,” tambahnya.
Sebelum Tiket.com, Blibli yang merupakan perusahaan induk mereka turut dikabarkan melakukan PHK dan berimbas pada kurang lebih 400 karyawan. Hal ini terungkap dalam sebuah postingan di media sosial dan dibenarkan oleh salah satu sumber internal yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
“Iya, valid (kabar pemangkasan karyawan),” kata sumber tersebut secara eksklusif kepada Uzone.id, Senin, (27/10).
Ia menyebut bahwa pemangkasan ini dilakukan pada 23 Oktober 2025 melalui townhall dan langsung mengirim kabar kepada karyawan yang terdampak.
“Pada hari itu dipanggil, langsung mengurus semua berkas-berkas dan laptop-laptop juga diambil, jadi sudah gak ada tanggung jawab (pekerjaan) lagi,” tuturnya.
Sumber kami tidak menyebut unit apa saja yang terkena dalam putaran pemangkasan ini, namun ia menyebut bahwa tim teknologi dari perusahaan tersebut banyak terkena dampak PHK ini.
Sebelumnya, dari sumber yang terpisah pemangkasan ini berimbas ke divisi teknologi, komersial, marketing dan lainnya. Bahkan, berbagai posisi–termasuk VP dikabarkan ikut terdampak dalam putaran PHK ini.
Sebanyak kurang lebih 400 orang terkena dalam putaran pemangkasan ini dan ini berimbas ke karyawan yang kebanyakan di kantor pusat di Jakarta. Tapi, beberapa karyawan di kantor cabang termasuk Bandung juga ikut terkena.
“Level manager hingga team member ikut terkena,” tambahnya.
Ditanya mengenai alasan pemangkasan ini, sumber menyebut bahwa PHK ini adalah bagian dari langkah restrukturisasi perusahaan.