
Uzone.id - Suzuki mengakui saat ini terdapat pergeseran minat konsumen dari yang dahulunya MPV menjadi ke SUV. Pergeseran minat ini membuat produk Ertiga menjadi kurang diminati konsumen.
Memang jika dilihat dari data Gaikindo, penjualan Suzuki Ertiga mengalami penurunan jika dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan.Situasi ini ternyata sudah berlangsung sejak Mei 2025 lalu. Bahkan belakangan ini Suzuki sudah tidak lagi mengirimkan Ertiga varian hybrid ke jaringan dealer mereka.
"Saat ini memang sudah terjadi pergeseran minat dari MPV ke SUV dan berdampak pada Ertiga. Jadi penjualannya memang kurang menggembirakan seperti awal peluncuran di 2012," ujar Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS, Dony Ismi Himawan Saputra di Jakarta belum lama ini.
Di data Gaikindo pun tercatat wholesales Suzuki Ertiga hanya sebesar 2.095 unit di tahun 2025, dari jumlah tersebut 1.168 di antaranya diisi oleh varian hybrid.
Secara jumlah angka tersebut memang jauh lebih sedikit jika dibandingkan model SUV mereka. Seperti Suzuki XL7 yang wholesalesnya mampu mencapai 13.347 unit dengan varian hybrid mendominasi sampai 9.759 unit.
Termasuk juga Suzuki Fronx yang mencatatkan wholesales sebanyak 12.314 unit, sama serti XL7 model hybrid mendominasi hingga 10.458 unit.
Besarnya selisih wholesales antara Suzuki Ertiga dan beberapa model SUV lain, membuat pabrikan Jepang tersebut lebih fokus untuk menggarap pasar SUV.
Meski realisasi di pasar demikian, Dony mengaku tidak serta merta meninggalkan Ertiga di Indonesia. Menurut Dony mereka akan tetap mengembangkan produk tersebut mengingat statusnya yang merupakan produk buatan dalam negeri.
"Kami ada rencana melakukan pengembangan Suzuki Ertiga untuk memberi rangsangan terhadap market. Sehingga potensi MPV nantinya bisa dioptimalkan," ungkapnya.
Perlu diketahui, Suzuki Ertiga adalah MPV andalan pabrikan berlogo 'S' itu di Indonesia sejak lama. Model yang satu ini punya keunggulan yang belum ditawarkan oleh Low MPV lainnya di Indonesia.
Salah satunya adalah mesin berteknologi mild hybrid yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Teknologi mild hybrid atau bisa dibilang hybrid ringan, tidak membutuhkan kapasitas baterai besar sehingga tidak terlalu berdampak pada harga.
Teknologi tersebut dikawinkan dengan mesin K15B berkapasitas 1.462 cc, yang dapat menghasilkan tenaga 103 hp dan torsi 138 Nm.