
Uzone.id - Suzuki percaya diri mengahadapi pasar otomotif di tahun 2026 dengan patokan atarget yang lebih tinggi. Kira-kira merek Jepang yang satu ini mau ada gebrakan apa ya?
Jika melihat kinerja PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di 2025, pabrikan Jepang yang satu ini sudah meleset dari target yang ditetapkan."Jadi kalau kita bicara 2024 ke 2025, secara overall total market turun. Tapi pasar kami masih sama. Jadi market share kami masih sama," ujar Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS, Dony Ismi Himawan Saputra di Jakarta belum lama ini.
Di tahun 2026, Suzuki mematok target market share retail yang cukup tinggi dari capaian tahun sebelumnya yakni 9,5 persen.
"Kami menatap 2026 ini lebih optimis. Kami harapkan di 2026 ini target market share kami di angka 9,5 persen," ucapnya.
Padahal di 2025 saja, Suzuki menetapkan target market share di level 8,5 persen, namun realisasinya tidak sesuai dengan capaian berdasarkan data dari Gaikindo hanya 7,8 persen saja.
Memang secara keseluruhan, pasar otomotif sedang mengalami penurunan. Sehingga pangsa pasar yang masih relatif stabil dari tahun ke tahun menjadi pondasi ambisi Suzuki di Indonesia.
Lantas apa yang membuat Suzuki lebih optimis di tahun 2026 ini?
Ternyata pabrikan berlogo 'S' itu telah menyiapkan amunisi baru yang siap menggebrak pasar otomotif Indonesia di tahun 2026 ini.
"Ada beberapa produk yang kami siapkan di 2026. Untuk detailnya nanti tunggu informasi lebih lanjut. Ada beberapa produk, artinya lebih dari satu," ungkap Dony.
Dengan adanya produk baru memang bisa menjadi strategi jitu untuk merangsang pasar yang sempat stagnan. Hadirnya model baru juga diprediksi menjadi magnet kuat bagi konsumen yang mencari inovasi.
Tetapi jika hanya sekedar produk baru, tentu tidaklah cukup. Oleh karenanya strategi Suzuki berikutnya adalah memastikan pengalaman konsumen tetap positif dari mulai proses pembelian hingga penggunaan.
"Kami meng-improve operasional kami sehingga kepuasan pelanggan semakin tingig dan tetap kembali di Suzuki," tegas Dony.
Suzuki juga akan memperkuat penjualan dengan jaringan outlet yang lebih dekat ke konsumen, caranya dengan memperluas dan mengoptimalkan jaringan dealer agar jarak semakin dekat.
"Kemudian yang ketiga adalah bagaimana kami mendekatkan diri kami. Artinya network dan outlet kami lebih dekat lagi kepada konsumen secara jaraknya," pungkasnya.
Perlu diketahui, di tahun 2025 Suzuki mencatatkan penjualan retail menembus 64.386 unit mobil. Dari jumlah tersebut segmen komersial masih menjadi tulang punggung dengan New Carry yang berkontribusi mencapai 47 persen.
Di segmen kendaraan penumpang, tercatat konsumen Suzuki punya minat kuat pada model SUV seperti XL7 yang berkontribusi hingga 20 persen.
Kemudian terdapat Suzuki Fronx yang menempati posisi SUV kompak dengan penjualan hampir 10 ribu unit atau setara 140 persen dari total penjualan Suzuki.