Auto

Tahun 2050, Mobil Bermesin Bakar Punah di Indonesia

  • 13 October 2021
  • Bagikan :
    Tahun 2050, Mobil Bermesin Bakar Punah di Indonesia

    Foto: Bagja - Uzone.id

    Uzone.id - Meski masih sangat jauh, tapi setidaknya road map Pemerintah sudah menunjukkan rencana kalau mobil-mobil bermesin bakar konvensional bakal punah di Indonesia pada tahun 2050.

    Karenanya, dari saat ini pun Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya mengampanyekan elektrifikasi di segala bidang, salah satunya industri otomotif.

    Pemerintah menargetkan menyetop penjualan sepeda motor konvensional (bensin) di tahun 2040 dan mobil konvensional (bensin dan diesel) di tahun 2050.

    BACA JUGA: Kawasaki Ninja ZX600 R Jadi Tongkrongan Ahmad Dhani Muda

    Rencana tersebut bagian dari keseriusan Pemerintah untuk mewujudkan komitmen net zero emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

    "Transformasi menuju net zero emission menjadi komitmen bersama kita paling lambat 2060," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada diskusi bertajuk Road to COP26, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM.

    Dalam mencapai target nol emisi, pemerintah tengah menerapkan lima prinsip utama, yakni peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan energi fosil, juga kendaraan listrik di sektor transportasi.

    "Kami telah menyiapkan peta jalan transisi menuju energi netral mulai tahun 2021 sampai 2060 dengan beberapa strategi kunci," jelas Arifin.

    Arifin pun menguraikan tahapan pemerintah menuju capaian target nol emisi. Pada tahun 2021, pemerintah akan mengeluarkan regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden terkait EBT dan retirement coal.

    Tahun 2022 akan ada Undang-Undang EBT dan pembangunan interkoneksi, jaringan listrik pintar (smart grid) dan smart meter akan hadir di tahun 2024 dan bauran EBT mencapai 23% yang didominasi PLTS di tahun 2025.

    Kemudian pada tahun 2027, pemerintah menargetkan kendaraan listrik sebanyak 2 juta unit(mobil) dan 13 juta unit (motor).

    Semua PLTU tahap pertama subcritical akan mengalami pensiun dini di tahun 2031 dan sudah adanya interkoneksi antar pulau mulai COD di tahun 2035 dengan konsumsi listrik sebesar 2.085 kWh/kapita dan bauran EBT mencapai 57% dengan didominasi PLTS, Hydro dan Panas Bumi.

    Di tahun 2040, targetnya bauran EBT sudah mencapai 71% dan tidak ada PLT Diesel yang beroperasi, lampu LED 70%, kemudian tidak ada penjualan motor konvensional, dan konsumsi listrik mencapai 2.847 kWh/kapita.

    Lima tahun berikutnya, pemerintah mewacanakan akan ada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama mulai COD.

    Selanjutnya, bauran EBT diharapkan sudah mencapai 87% di 2050 dibarengi dengan tidak melakukan penjualan mobil konvensional dan konsumsi listrik 4.299 kWh/kapita.

    Terakhir, pada 2060 bauran EBT telah mencapai 100% yang didominasi PLTS dan Hydro serta dibarengi dengan penggunaan kendaraan listrik, dan konsumsi listrik menyentuh angka 5.308 kWh/kapita.

    Komparasi Dua Motor Listrik Lokal Terbaik

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini