Tak Punya Akun DANA, Kartu Kredit BCA Kena Rp2 Juta Tanpa OTP
Banyak pengguna kartu kredit keluhkan transaksi DANA QR tak dikenal tanpa OTP. Niko, korban Rp2 juta di BCA, tak punya DANA.

Highlight Artikel
- Sejumlah pengguna kartu kredit mengeluhkan transaksi tak dikenal berlabel DANA QR senilai jutaan rupiah yang terjadi tanpa kode OTP.
- Salah satu korban, Niko, mengaku kartu kredit BCA miliknya terpotong Rp2 juta, padahal ia tidak pernah memiliki atau menginstal aplikasi DANA.
- Transaksi tersebut tertera sebagai 'DANA QR PT Indosat' tanpa autentikasi OTP, dan Niko baru mengetahuinya setelah memeriksa riwayat kartu.
- BCA telah memblokir kartu Niko dan sedang memproses surat sanggahan untuk pembatalan transaksi serta pengembalian dana, menyusul banyaknya keluhan serupa di media sosial.
Uzone.id - Transaksi tak dikenal berlabel DANA QR tengah ramai dikeluhkan sejumlah pengguna kartu kredit di media sosial, terutama Threads. Salah satunya dialami Niko, karyawan swasta di Jakarta, yang kartu kredit BCA miliknya tiba-tiba dikenai transaksi senilai Rp2 juta.
Kepada tim Uzone.id, Niko mengatakan transaksi tersebut terjadi pada 18 September sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam catatan transaksi, keterangannya tertulis ‘DANA QR PT Indosat’ dengan metode autentikasi transaksi tanpa OTP.Padahal, Niko mengaku tidak pernah memiliki akun DANA. Aplikasi dompet digital tersebut juga tidak terpasang di perangkat miliknya.
“Gak pernah punya akun DANA, gak install aplikasi DANA juga. Transaksi yang tembus Rp2 juta ini juga gak ada email dari BCA. Tulisannya DANA QR PT Indosat, autentikasinya transaksi tanpa OTP,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Niko baru mengetahui adanya transaksi tersebut setelah memeriksa kartu kreditnya. Ia sama sekali tidak menerima kode OTP maupun email notifikasi dari BCA ketika transaksi senilai Rp2 jutaan itu berhasil dilakukan.
Setelah menghubungi Halo BCA, di situ ia baru mengetahui adanya percobaan transaksi lain senilai Rp1,1 juta pada 19 September. Cuma, percobaan transaksi ini gagal, sehingga tidak muncul dalam riwayat transaksi di aplikasi miliknya.
“Pas ditelusuri sama BCA, ada transaksi yang gak kelihatan di BCA, yaitu transaksi yang gagal. Ada transaksi lain tanggal 19 sebesar Rp1,1 juta, cuma gagal,” jelas Niko.
Sebelum transaksi DANA QR terjadi, Niko juga sempat menerima OTP untuk transaksi Airbnb dengan nilai Rp0. Niko memastikan, transaksi tersebut bukan dilakukan olehnya.
Ia menduga transaksi senilai Rp0 itu digunakan pelaku untuk memeriksa apakah kartu kredit miliknya masih aktif. Meski demikian, belum dapat dipastikan bagaimana pelaku memperoleh dan menggunakan data kartu tersebut.
Niko juga merasa heran lantaran nomor CVV di belakang kartu kreditnya selalu tertutup stiker. Ia dan istrinya sengaja melakukan hal itu sejak pertama kali menerima kartu untuk mencegah nomor tersebut terlihat orang lain.
“Pas aku telepon Halo BCA ditanya, ‘Pak, sudah pernah transaksi atau kasih tahu CVV ke orang lain gak?’ Faktanya, dari awal kartu itu CVV-nya ditutup pakai stiker karena aku dan istri agak parno,” ujarnya.
Ada detail lain yang menurut Niko cukup janggal. Sekitar satu jam sebelum transaksi Rp2 jutaan terjadi, muncul notifikasi bahwa BCA akan melakukan pemeliharaan sistem hingga dini hari.
“Jam 19.00 WIB tanggal 18 September, BCA mengumumkan maintenance akan berlangsung sampai dini hari. Kejadian yang Rp2 juta ini jam 20.00 WIB pada tanggal yang sama, sejam setelah pengumuman maintenance,” ungkapnya.
Meski waktunya berdekatan, belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan antara maintenance sistem BCA dengan transaksi tersebut.
Setelah menerima laporan dari Niko, BCA langsung memblokir kartu kredit miliknya dan akan mengirimkan kartu pengganti dalam waktu dua hingga tiga hari. Niko juga diminta mengisi surat sanggahan yang dikirim melalui email agar transaksi tersebut dapat dibatalkan dan dananya dikembalikan.
Ia turut diminta menyertakan sejumlah bukti, termasuk riwayat transaksi serta bukti bahwa dirinya tidak pernah menerima OTP untuk transaksi senilai Rp2 jutaan tersebut.
“Prosedurnya kartu diblokir, diperbarui, dan dikirim kartu baru dalam dua sampai tiga hari. Setelah itu ada surat sanggahan via email yang harus dikirim untuk membatalkan transaksinya dan mengembalikan uang,” jelas Niko.
Niko mengatakan dirinya menemukan sejumlah keluhan serupa di Threads. Salah satu pengguna mengaku mengalami enam percobaan transaksi, terdiri dari empat transaksi gagal dan dua transaksi yang berhasil dengan nilai masing-masing sekitar Rp2 juta.
Ada juga pengguna yang mengklaim tetap terkena transaksi meski telah mematikan fitur transaksi melalui aplikasi. Namun, Niko tidak mengetahui secara pasti dari mana pengguna tersebut mendapatkan catatan transaksi yang gagal karena informasi serupa tidak muncul di aplikasinya.
Untuk saat ini, Niko masih menjalani proses sanggahan kepada BCA. Belum ada penjelasan dari mana data kartu kreditnya diperoleh maupun bagaimana kartu tersebut dapat digunakan untuk transaksi DANA QR tanpa meminta kode OTP.
FAQ Artikel
Apa masalah utama yang dikeluhkan pengguna kartu kredit dalam artikel ini?
Pengguna kartu kredit mengeluhkan adanya transaksi tak dikenal berlabel DANA QR yang terjadi tanpa kode OTP, dengan nilai hingga jutaan rupiah.
Apakah Niko, salah satu korban, memiliki akun DANA atau menginstal aplikasinya?
Tidak, Niko mengaku tidak pernah memiliki akun DANA dan aplikasi dompet digital tersebut juga tidak terpasang di perangkat miliknya.
Bagaimana transaksi senilai Rp2 juta pada kartu kredit Niko bisa terjadi tanpa OTP atau notifikasi?
Transaksi tercatat dengan keterangan ‘DANA QR PT Indosat’ dan menggunakan metode autentikasi tanpa OTP. Niko juga tidak menerima kode OTP maupun email notifikasi dari BCA saat transaksi tersebut berhasil.
Tindakan apa yang diambil BCA setelah Niko melaporkan kejadian ini?
BCA langsung memblokir kartu kredit Niko, akan mengirimkan kartu pengganti, dan meminta Niko mengisi surat sanggahan melalui email untuk membatalkan transaksi serta mengembalikan dananya.
Apakah keluhan seperti yang dialami Niko ini terjadi pada pengguna lain?
Ya, Niko menemukan sejumlah keluhan serupa di media sosial Threads, termasuk pengguna lain yang mengalami beberapa percobaan transaksi berhasil dan gagal dengan nilai serupa.
Muhammad Faisal Hadi Putra
Jurnalis

