
Muhamad Rafi Asidik (9), warga Dusun Karangsari RT 12 RW 5 Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan tanpa sengaja menelan sebuah batu baterai ukuran A3, Senin, 27 Maret 2017. Batu baterai bekas remote control televisi itu hingga Selasa, 28 Maret 2017 masih bersarang di perut bocah tersebut.
Nenek Muhamad Rafi, Yoyoh Rodiah (55) menuturkan, pada Senin sore sekitar pukul 17.30, Rafi bermain sendirian di ruang tengah rumahnya. Sementara ia sibuk di dapur."Pada saat itu lah tanpa sepengetahuan saya, Rafi iseng-iseng mengambil dan menggigit-gigit satu baterai bekas remote control di ujung lidahnya. Entah karena apa, kata Rafi juga tiba-tiba baterai itu malah masuk mulutnya dan langsung tertelan," kata Yoyoh ditemui "PR" di rumahnya di alamat tersebut tadi, Selasa, 28 Maret 2017.
Rafi kemudian memberitahu neneknya sambil memegang bagian luar kerongkongannya disertai berbatuk-batuk berusaha mengeluarkan baterai yang sudah kadung masuk kekorongkongannya. "Saya sempat berusaha membantunya dengan menepuk-nepuk pundak Rafi disertai mengorek bagian dalam mulut rafi dengan jari tangan saya, tetapi tidak berhasil," tutur Yoyoh, seraya menduga-duga begitu tertelan baterry itu langsung melewati kerongkongan cucunya itu.
Khawatir terjadi hal-hal tidak diharapkan menimpa cucunya, Yoyoh segera membawa Rafi ke Puskesmas Luragung untuk mendapatkan pemeriksaan awal. Atas bantuan dokter di sebuah klinik setempat, Rafi segera dironsen. Dan, pada foto hasil ronsennya terlihat benda dipastikan baterai yang tertelan itu bersarang di rongga antara batas bagian bawah dada dan perut dengan posisi sedikit melintang.
Rafi mengaku tidak sedikit pun merasa sakit, mulas-mulas, maupun gejala-gejala sakit lainnya. Yoyoh menyebutkan, dokter di klinik yang memeriksa Rafi, sempat menyarankan supaya Rafi diperiksakan ke dokter umum di rumah sakit,
"Tetapi untuk sementara ini, saran itu belum dilakukan. Sementara ini Rafi cukup saya coba dulu diberi minum obat-obatannya yang diperoleh dari dokter yang memeriksanya tadi malam," ujar Yoyoh.
Ia berharap baterai yang tertelan cucunya itu dapat segera keluar utuh melalui lubang anus secara alamiah tanpa harus melalui tindakan medis lebih lanjut.***