
Uzone.id– Persaingan antara Neflix dan Paramount untuk meminang Warner Bros semakin seru untuk diikuti. Meskipun saat ini Warner Bros tetap condong ke Netflix, namun nyatanya mereka mulai goyah pada tawaran Paramount yang menyiapkan ‘mahar’ lebih tinggi.
Warner Bros disebut-sebut memberikan kesempatan pada Paramount untuk menaikkan tawaran mereka sebelum pemungutan suara pemegang saham pada 20 Maret mendatang.Di sisi lain, Netflix mulai mengambil ancang-ancang. Netflix disebut memiliki cadangan dana yang cukup besar dan kemungkinan akan menaikkan tawaran jika Paramount melakukan hal yang sama. Hal ini dilaporkan oleh dua sumber yang mengetahui proses tersebut pada Reuters, dikutip Jumat, (20/2).
Cadangan dana besar ini memberikan fleksibilitas cukup tinggi bagi Netflix untuk menaikkan tawaran. Per 31 Desember 2025 kemarin saja, Netflix memiliki kas perusahaan sekitar USD9,03 miliar belum ditambah dengan dana lainnya.
Saat ini, Netflix mengajukan tawaran sebesar USD27,75 per saham, atau sekitar USD82,7 miliar untuk meminang Warner Bros. Sementara itu, Paramount menawar dengan harga yang lebih tinggi yaitu USD30 per saham, atau sekitar USD108,4 miliar, untuk seluruh perusahaan, termasuk Discovery Global yang menaungi CNN, HGTV, dan aset TV lainnya.
Terkait kabar soal kemungkinan tersebut, baik Netflix maupun Warner Bros menolak untuk memberikan komentar lebih jauh.
Pasca diumumkan pada Desember 2025 lalu, Warner Bros memang terus memihak Netflix sebagai tangan yang tepat untuk mendapatkan perusahaan mereka. Padahal, Paramount sempat memancing dengan dewan direksi dengan angka lebih tinggi yaitu USD31 per saham.
Tapi, perusahaan memberikan waktu hingga Senin atau pada 23 Februari 2026 nanti bagi Paramount untuk mengajukan “penawaran terbaik dan final”.
Maka dari itu, posisi Netflix belum sepenuhnya aman, analis ekuitas senior di Hargreaves Lansdown menyebut kalau situasi dan posisi Netflix bisa berubah dengan cepat.
"Harga kemungkinan besar akan menjadi faktor penentu, kekhawatiran Warner terkait pendanaan dan risiko regulasi memang nyata, tetapi jika angka tersebut cukup tinggi, kekhawatiran tersebut menjadi sekunder,” katanya.
Namun, lagi dan lagi, Ketua Dewan Direksi Warner Bros Samuel DiPiazza Jr. dan CEO David Zaslav menegaskan kalau mereka terus merekomendasikan dan tetap sepenuhnya berkomitmen pada transaksinya dengan Netflix.