
Setelah usia kehamilan menginjak 30 minggu, tak jarang banyak ibu hamil yang sesekali mengalami kontraksi rahim. Kontraksi ini disebut kontraksi Braxton Hicks, kram perut tipu-tipu sebagai cara tubuh mempersiapkan diri untuk persalinan yang sesungguhnya nanti.
Kontraksi ini normal dan biasanya tidak menyakitkan. Braxton Hicks terjadi jika Anda kelelahan, misalnya, dan akan hilang jika Anda beristirahat. Di sisi lain, kontraksi rahim dini dapat menandakan Anda berisiko melahirkan prematur ketika kontraksinya terus berulang dan semakin sering.Persalinan prematur adalah kondisi di mana tubuh Anda bersiap untuk melahirkan jauh sebelum waktunya. Persalinan bisa dibilang prematur jika terjadi sebelum minggu ke-37, atau lebih dari tiga minggu sebelum tanggal persalinan Anda.
Jika Anda berisiko tinggi memiliki persalinan prematur, Anda perlu mewaspadai tanda dan gejalanya. Bayi yang lahir prematur bisa memiliki masalah kesehatan seumur hidup atau mengancam nyawa.
BACA JUGA: Hati-Hati, Depresi Pada Ayah Bisa Menyebabkan Bayi Prematur
Kabar baiknya, ancaman persalinan prematur tidak harus menyebabkan kepanikan yang tidak perlu. Dokter dapat melakukan banyak hal untuk menunda bayi lahir prematur. Semakin lama bayi mendapat kesempatan tumbuh dalam diri Anda — sedekat mungkin dengan tanggal kelahirannya — semakin kecil kemungkinan bayi Anda untuk mengalami masalah setelah lahir.
Berikut adalah beberapa tanda-tanda bahwa Anda mungkin memiliki kelahiran prematur. Hubungi dokter kandungan atau bidan Anda jika Anda mungkin hanya mengalami salah satu gejala di bawah ini sebelum kandungan Anda mencapai 37 minggu:
BACA JUGA: Berbagai Penyebab Ketuban Pecah Lebih Awal
Gejala-gejala ini dapat membingungkan karena beberapa dari tanda-tanda ini, seperti tekanan panggul atau nyeri punggung bawah, merupakan keluhan umum selama kehamilan, dan kontraksi dini bisa jadi hanya kontraksi Braxton Hicks.
Tapi selalu lebih baik mencegah daripada menyesal, jadi hubungi dokter segera jika Anda mengalami sesuatu yang tidak biasa di setiap saat selama kehamilan Anda. Untuk dapat menangkap potensi masalah awal, adalah ide yang baik untuk membiasakan diri dengan gejala berisiko yang tidak boleh Anda abaikan selama kehamilan.
Banyak hal berbeda yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kelahiran prematur. Beberapa dari faktor risiko ini adalah:
Dalam beberapa kasus, mungkin akan sulit bagi dokter untuk memastikan apakah seorang wanita benar-benar akan melahirkan. Jika Anda berisiko tinggi memiliki persalinan prematur, dokter mungkin akan memberitahu Anda untuk pergi ke rumah sakit (jika Anda belum berada di sama), untuk memudahkan memantau kondisi Anda dengan hati-hati.
BACA JUGA: Bisakah Ibu Menunda Kelahiran Prematur?
Jika dokter Anda menentukan bahwa Anda benar-benar akan menjalani persalinan prematur, ia beserta tim mungkin akan mencoba untuk menghentikan prosesnya, kecuali ada beberapa alasan medis di mana persalinan prematur tidak dianjurkan untuk ditunda.
Misalnya, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi yang tak terkontrol atau perdarahan rahim akibat masalah plasenta, atau jika ada kondisi gawat darurat pada janin, seperti denyut jantung yang melambat, yang bisa menunjukkan jabang bayi Anda kekurangan oksigen.