icon-category News

Tangis Haru Driver Grabbike Susi yang Membawa Anaknya Sambil Bekerja

  • 08 Dec 2017 WIB
Bagikan :

Perempuan bertubuh tambun itu mengeluarkan motor Honda Spacy berwarna biru dari rumah kontrakan berukuran 5x6 meter. Mengenakan jaket dan helm Grabbike berwarna hijau, ibu 2 anak ini tampak siap bekerja, berburu penumpang.

Dia menyisipkan kursi rotan khusus balita di sela-sela motornya. Anaknya yang baru berumur 2 tahun didudukkan di kursi tersebut.

Wanita tangguh itu bernama Susi Sugianti (30). Dia adalah driver Grabbike yang viral di media sosial karena bekerja sambil membawa anaknya, Zahra.

kumparan (kumparan.com) menemui Susi di rumah kontrakannya di Jalan Buaran Timur RW/RW 11/04 nomor 20, Desa Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan. Sekitar pukul 09.00 WIB, Susi sedang bersiap mencari nafkah. Dia hendak mengantar katering ke salah satu pelanggan, kemudian lanjut menjadi driver Grabbike.

Di balik ketangguhannya, Susi tetaplah seorang wanita yang memiliki sisi lembut. Susi menitikkan air mata saat bercerita kepada kumparan terkait komitmennya membesarkan anak hingga kuliah nanti.

"Ya saya sih, selama saya masih bisa cari nafkah atau mencari rezeki, ya harus bisa, harus semangat demi anak-anak saya, walaupun saya hidupnya sendiri. Walaupun saya sampai akhir nanti saya harus membesarkan anak-anak saya sendiri, ya kalau bisa sampai sarjana, saya harus bisa. Harus semangat demi anak-anak saya," ucap Susi tersedu. Sudut matanya tampak meneteskan air mata.

Susi mengaku, sebenarnya dirinya tidak tega membawa anaknya berpanas-panasan dan terkena polusi udara di jalanan. Namun dia tak punya pilihan lain.

"Saya tidak tega sebenarnya, kalau Zahra di jalan suka nangis, kadang tidur aja sih. Motor berhenti, dia rewel lagi," tuturnya. 

Susi sudah berpisah dengan suaminya sekitar setahun yang lalu karena ketidakcocokan. Dia tak bisa menitipkan Zahra kepada keluarganya karena ibunya sudah cukup tua, sedangkan adiknya sibuk bekerja.

"Ibu saya 60 tahunan. Saya punya adik 1 perempuan, umurnya 22 tahum, dia udah kerja," ujarnya. 

Zahra merupakan anak kedua Susi. Sedangkan anak pertamanya dirawat oleh mantan suami. Umurnya tak jauh beda dengan Zahra.

"Anak yang satu lagi laki-laki sama Ayahnya," katanya. 

Meski dirawat oleh mantan suaminya, Susi mengaku masih sering memberi uang jajan pada anak lelakinya tersebut. Walaupun penghasilannya dari Grabbike hanya Rp 50-60 ribu per hari dan penghasilan katering semakin tak dapat diandalkan, Susi tak pernah menyerah.

"Kadang ngirimin (uang ke anak pertama) kalau ada lebihnya," imbuhnya.

Susi yakin perjuangannya tidak akan sia-sia. Ia bertekad untuk terus mendukung pertumbuhan anaknya dan mendampingi mereka hingga meraih cita-cita.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Tags : grabbike 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini