icon-category Auto

Tanpa Sopir, Mobil Listrik Buatan BRIN Cocok Buat Apa Saja?

  • 18 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    MEVi TDS (Foto: BRIN)

    Uzone.id - Soal persaingan di industri mobil listrik, Indonesia gak mau kalah tentunya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah ikut meramaikan persaingan teknolgi mobil listrik dengan membuat mobil otonom.  

    Prototipe bernama Micro Electric Vehicle – Teleoperated Driving System (MEVi – TDS) punya desain futuristik, dan yang penting sudah menerapkan teknologi otonom sehingga tak perlu adanya sopir. 

    Untuk marketnya sendiri, MEVi - TDS bisa menyasar area terbatas atau kawasan khusus. Contohnya saja untuk operasional di objek-objek wisata, kebun raya, kawasan perumahan, industri, dan perkantoran, hingga bisa dimanfaatkan sebagai feeder untuk transportasi masal yang lain.

    BACA JUGA: Say Hi To Mobil Listrik Tanpa Sopir Bikinan BRIN

    MEVi - TDS (Foto: BRIN)

    BRIN pun Potensi implementasi yang cukup luas ini diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan mitra yang saat ini sedang dijajaki.

    Plt. Kepala Organisasi Riset IPT BRIN, Budi Prawara, mengatakan bahwa dengan adanya kerja sama dengan berbagai mitra diharapkan dapat memacu dan memberikan semangat kepada tim pengembang, selain scientific output berupa publikasi ilmiah dan hak kekayaan intelektual, juga dapat menghasilkan karya yang dapat diimplementasikan.

    Menurutnya, riset kendaraan otonom ini paling krusial adalah ketika para peneliti melakukan integrasi antara sistem mekanik atau elektrik dengan sistem deteksi objek berbasis LIDAR, RADAR atau kamera, serta sistem telekomunikasi, sehingga dapat berfungsi sebagai kendaraan otonom.

    BACA JUGA: Fitur Canggih Toyota Fortuner yang Diekspor ke Australia

    MEVi - TDS (Foto: BRIN)

    BRIN berharap proses integrasi ini dapat berjalan dengan baik, uji performa dapat segera dilakukan, dan tentunya mereka bisa menjaring mitra industri yang nantinya akan mengomersialisasikan hasil riset ini melalui proses lisensi.

    "Selain itu MEVi - TDS diharapkan dapat menjadi cikal bakal pengembangan kendaraan otonom untuk kapasitas penumpang yang lebih besar, seperti mikro bus dan bus sedang maupun bus besar,” kata Budi, dilansir dari situs resmi BRIN.

    Dia menambahkan, dengan kemampuan sistem teleoperation yang telah dikembangkan lebih dahulu oleh negara maju akan menghasilkan purwarupa yang mendekati level manufaktur.

    MEVi - TDS (Foto: BRIN)

     

    Spesifikasi dan fitur MEVi - TDS  

    Lampu 

    4 lampu LED di bagian depan, lampu rem bentuk oval di bagian belakang

    6 LED membentuk segitiga sebagai lampu sein.

    Di kap atas terdapat lampu rotator berwarna amber yang akan menyala sebagai alarm jika terjadi kegagalan fungsi dari teleoperation.

    Panjang

    1.475 mm, lebar 990 mm serta tinggi 1.470 mm

    Bobot 

    sekitar 80 kg

    Velg

    8 inch

    Jarak sumbu roda

    1.150 mm

    Ground clearance

    70 mm

    Baterai

    Lithium ion 48 Volt 12 Ah

    Maksimal pemakaian

    Sekitar 46 menit

    Kecepatan maksimal

    10,88 km/jam (alasan karena kendaraan ini tanpa pengemudi).

    Motor penggerak

    BLDC (motor brushless dc) 750 Watt, 

    Tenaga

    1 HP

    Torsi 

    2,36 Nm

    Kemampuan angkut beban

    Hingga 600 Kg

    Sensor

    6 sensor ultrasonik sebagai sensor jarak, sensor IMU untuk mengetahui orientasi kendaraan, GPS untuk mengetahui posisi secara tepat dan 4 buah kamera yang berfungsi sebagai vision.

    Pusat pengendali sebagai pemroses data

    Nvidia Jetson AGX Xavier yang akan berkomunikasi dengan workstation di command station menggunakan jaringan WiFi AC (IEEE 802.11ac)

    Topologi infrastruktur telekomunikasi

    Jaringan wireless multihop

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini