Tanpa Sopir, Mobil Listrik Buatan BRIN Cocok Buat Apa Saja?
Riset MEVi - TDS paling sulit mengintegrasikan sistem mekanik atau elektrik dengan sistem deteksi objek berbasis LIDAR, RADAR atau kamera.

MEVi TDS (Foto: BRIN)
Uzone.id - Soal persaingan di industri mobil listrik, Indonesia gak mau kalah tentunya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah ikut meramaikan persaingan teknolgi mobil listrik dengan membuat mobil otonom.
Prototipe bernama Micro Electric Vehicle – Teleoperated Driving System (MEVi – TDS) punya desain futuristik, dan yang penting sudah menerapkan teknologi otonom sehingga tak perlu adanya sopir.Untuk marketnya sendiri, MEVi - TDS bisa menyasar area terbatas atau kawasan khusus. Contohnya saja untuk operasional di objek-objek wisata, kebun raya, kawasan perumahan, industri, dan perkantoran, hingga bisa dimanfaatkan sebagai feeder untuk transportasi masal yang lain.
BACA JUGA: Say Hi To Mobil Listrik Tanpa Sopir Bikinan BRIN
BRIN pun Potensi implementasi yang cukup luas ini diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan mitra yang saat ini sedang dijajaki.
Plt. Kepala Organisasi Riset IPT BRIN, Budi Prawara, mengatakan bahwa dengan adanya kerja sama dengan berbagai mitra diharapkan dapat memacu dan memberikan semangat kepada tim pengembang, selain scientific output berupa publikasi ilmiah dan hak kekayaan intelektual, juga dapat menghasilkan karya yang dapat diimplementasikan.
Menurutnya, riset kendaraan otonom ini paling krusial adalah ketika para peneliti melakukan integrasi antara sistem mekanik atau elektrik dengan sistem deteksi objek berbasis LIDAR, RADAR atau kamera, serta sistem telekomunikasi, sehingga dapat berfungsi sebagai kendaraan otonom.
BACA JUGA: Fitur Canggih Toyota Fortuner yang Diekspor ke Australia
BRIN berharap proses integrasi ini dapat berjalan dengan baik, uji performa dapat segera dilakukan, dan tentunya mereka bisa menjaring mitra industri yang nantinya akan mengomersialisasikan hasil riset ini melalui proses lisensi.
"Selain itu MEVi - TDS diharapkan dapat menjadi cikal bakal pengembangan kendaraan otonom untuk kapasitas penumpang yang lebih besar, seperti mikro bus dan bus sedang maupun bus besar,” kata Budi, dilansir dari situs resmi BRIN.
Dia menambahkan, dengan kemampuan sistem teleoperation yang telah dikembangkan lebih dahulu oleh negara maju akan menghasilkan purwarupa yang mendekati level manufaktur.
Spesifikasi dan fitur MEVi - TDS