
Uzone.id - Polytron mengklaim kalau pihaknya telah menguasai 60 persen pasar motor listrik nasional pada tahun 2025 kemarin, meski tanpa adanya subsidi dari pemerintah.
Bahkan merek asal Kudus, Jawa Tengah, ini mengklaim tetap menjadi merek motor listrik paling laris di Indonesia di tengah penurunan pasar secara keseluruhan.Tekno Wibowo selaku Commercial Director Polytron mengatakan, perusahaan meraih pangsa pasar nomor satu di segmen kendaraan listrik roda dua.
Meski demikian, manajemen Polytron memilih bersikap hati-hati dalam menyampaikan klaim tersebut ke publik.
“Kalau saya yang ngomong nanti lucu dong, karena kita bukan perusahaan terbuka. Tapi kalau ada yang lain, ya kita terima,” ujar Tekno di Jakarta, Selasa (20/1).
Klaim dari Polytron sebenarnya mengacu pada data penjualan motor listrik nasional yang dipublikasikan oleh Asosiasi Industri Sepedamotor Listrik Indonesia (AISMOLI).
Berdasarkan data tersebut, Polytron melakukan evaluasi dan mencatatkan posisi merek di pasar otomotif khususnya motor listrik.
"Sebenarnya AISMOLI itu merilis angka. Totalnya sudah disebutkan oleh asosiasi. Dari angka itu kita bercermin. Kurang lebih, kita itu sekitar 60 persen dari total angka yang dirilis Aismoli," ujar Ilman Fachrian Fadly selaku Head of Group Product Electric Vehicle 2W Polytron pada kesemaptan yang sama.
Sayangnya tidak disebutkan seberapa banyak motor listrik yang berhasil dijual Polytron pada tahun 2025 kemarin.
Namun berdasarkan data Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) KBLBB yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan, tercatat motor listrik di Indonesia terjual sebanyak 55.059 unit.
Dari angka tersebut, jika Polytron menguasai 60 persen pangsa pasar, artinya merek lokal tersebut sudah menjual sebanyak 33.000 unit sepanjang 2025 kemarin.
Sebagai informasi, pencapaian penjualan motor listrik di tahun 2025 memang mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan tahun 2024.
Mengingat di tahun 2024 yang kala itu masih terdapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp7 juta sampai Agustus, mampu menjual 77.078 unit.
Sementara di tahun 2025 yang tidak ada subsidi dari pemerintah sama sekali untuk motor listrik, penjualannya berada di angka 55.059 unit.