
Uzone.id — Platform ride-hailing Grab telah melakukan penyesuaian tarif untuk salah satu layanan mereka GrabCab di Singapura sebagai imbas dari konflik Iran-Amerika Serikat yang terus berlangsung hingga saat ini.
Dalam keputusannya, Grab akan mulai menaikkan tarif argo GrabCab mulai 30 Maret hingga 31 Mei 2026 dan berlaku untuk perjalanan taksi argo, termasuk yang dihentikan langsung di jalan maupun yang dipesan melalui aplikasi Grab.Penyesuaian tarif ini dilakukan di tengah potensi krisis bahan bakar minyak yang disebabkan kondisi memanas di Selat Hormuz. Terkait hal ini, apakah nantinya Indonesia juga ikut terkena penyesuaian tarif bagi para mitranya?
Kepada Uzone.id, perwakilan Grab Indonesia menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan kondisi termasuk perkembangan harga bahan bakar yang kemungkinan ikut terpengaruh.
“Grab Indonesia terus memantau secara cermat dinamika global maupun domestik, termasuk perkembangan terkait harga bahan bakar yang berpotensi mempengaruhi ekosistem/industri ride-hailing,” kata Tyas Widyastuti, Director of Mobility and Logistics Grab Indonesia kepada Uzone.id.
Sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional, Grab Indonesia pun menegaskan komitmen mereka untuk terus menjaga keseimbangan antara keterjangkauan layanan bagi pengguna, keberlanjutan pendapatan Mitra Pengemudi, serta stabilitas operasional platform.
“Setiap kebijakan, termasuk terkait penyesuaian tarif, akan selalu mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh dan dilakukan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku serta melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait,” tambahnya.
Saat ini, Grab menyebut bahwa pihaknya akan terus berfokus untuk menghadirkan layanan yang andal namun juga tetap mendukung keberlangsungan ekosistem secara jangka panjang bagi Mitra Pengemudi, pengguna, dan industri secara keseluruhan.
Sebelumnya, perwakilan Grab Singapura menyebut bahwa langkah penyesuaian tarif di layanan negara mereka diambil sebagai bagian dari upaya dukungan yang lebih luas agar memastikan pengemudi tetap bisa beroperasi secara berkelanjutan di tengah harga bahan bakar yang masih berfluktuasi.
“Meskipun tarif tiap perjalanan bisa berbeda, GrabCab telah menyesuaikan kenaikan ini untuk memberikan bantuan langsung kepada pengemudi di setiap kilometer yang mereka tempuh,” kata perusahaan tersebut.
Penyesuaian tarif ini berlaku pada jarak dan jangka waktu tunggu dalam argo taksi. Tarif per unit perjalanan GrabCab akan naik menjadi SGD0,27 dari sebelumnya SGD0,26.