Home
/
Automotive

Tarif Parkir Mobil Jakarta Diusulkan Rp60 Ribu, Apa Kata Gubernur?

Gubernur DKI Pramono Anung membantah wacana tarif parkir mobil Rp 60 ribu per jam di Jakarta, menegaskan itu bukan dari Pemprov dan belum final.

Tarif Parkir Mobil Jakarta Diusulkan Rp60 Ribu, Apa Kata Gubernur?

Ilustrasi Parkir Kendaraan (Dok: Uzone.id)

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Wacana kenaikan tarif parkir mobil di Jakarta hingga Rp 60 ribu per jam memicu perdebatan.
  • Usulan tarif fantastis ini berasal dari Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, dengan sistem zonasi.
  • Jupiter menilai angka Rp 60 ribu tidak masuk akal dan terlalu membebani masyarakat.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah angka Rp 60 ribu berasal dari Pemprov dan menegaskan belum ada keputusan final mengenai penyesuaian tarif.

Uzone.id - Belakangan ini terdapat wacana kenaikan tarif parkir mobil yang mencapai Rp 60 ribu per jam di Jakarta. Usulan ini sontak memicu perbincangan hangat, terutama soal dari mana asal usul angka tersebut dan bagaimana tanggapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta?

Semua bermula ketika Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, mengungkap rencana perubahan tarif parkir menggunakan sistem zonasi.

Ide ini bertujuan agar kawasan dengan nilai ekonomi tinggi dikenakan tarif yang lebih mahal dibandingkan wilayah lainnya.

Beberapa lokasi yang masuk dalam daftar zonasi tarif tinggi ini antara lain SCBD, Menteng, Senayan, hingga wilayah Jakarta Selatan.

Dalam usulan tersebut, ambang batas tarif yang diajukan mencapai Rp 60 ribu per jam. Namun, di luar dugaan, Jupiter sendiri justru menilai angka tersebut terlalu fantastis dan berpotensi membebani warga.



"Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujar Jupiter dikutip oleh Uzone.id.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menaikkan tarif parkir bukanlah satu-satunya jalan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta. Menurutnya, masih banyak langkah lain yang bisa diambil tanpa harus membebani masyarakat.

"Maksudnya, untuk cara meningkatkan PAD itu bukan begitu caranya. Masih banyak dari yang saya sampaikan tadi. Sebenarnya masih banyak yang bisa kita lakukan," terangnya.

"Yang lebih enak gitu. Jangan mencekik masyarakat dalam kondisi saat ini," kata dia menambahkan.





Menanggapi kabar tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya buka suara. Ia menegaskan dengan tegas bahwa angka Rp 60 ribu tersebut sama sekali bukan berasal dari kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

Bahkan, Pramono mengaku baru mengetahui adanya usulan tersebut setelah viral di publik.

"Rp 60 ribu ya? Itu sama sekali bukan angka dari Pemerintah DKI Jakarta. Saya sendiri tidak tahu angkanya dari mana," kata Pramono di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (25/8) dikutip dari Antara.

Meskipun begitu, Pramono tidak menampik bahwa Pemprov DKI Jakarta memang sedang mendiskusikan kemungkinan penyesuaian tarif parkir ke depannya.



Namun, hingga detik ini, belum ada keputusan final apa pun mengenai besaran tarif tersebut.

"Pemerintah DKI Jakarta tentunya dalam memutuskan pasti mempertimbangkan banyak hal, termasuk berapa harga yang wajar," tutur Pramono.

"Nah, sampai hari ini belum ada keputusan apa pun tentang itu. Bahkan angka Rp 60 ribu pun saya baru tahu ketika sudah viral," tambahnya.

Sebagai penutup, Gubernur meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir berlebihan terkait isu tersebut karena tarif baru belum ditetapkan.

"Jadi jauh dari itulah supaya tidak ada kekhawatiran," tegasnya.

FAQ Artikel

Berapa besaran tarif parkir yang sempat diwacanakan di Jakarta?

Wacana kenaikan tarif parkir mobil di Jakarta mencapai Rp 60 ribu per jam.

Siapa yang mengusulkan kenaikan tarif parkir hingga Rp 60 ribu per jam?

Usulan tersebut bermula dari Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, yang mengusulkan perubahan tarif parkir dengan sistem zonasi.

Bagaimana tanggapan Ketua Pansus dan Gubernur DKI Jakarta mengenai angka Rp 60 ribu?

Ahmad Lukman Jupiter menilai angka Rp 60 ribu terlalu fantastis dan membebani warga. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan angka tersebut sama sekali bukan dari Pemprov DKI dan belum ada keputusan final.

Brian Priambudi

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article