
Shenzhen, Uzone.id — Vivo Vision sudah resmi dipamerkan di China pada Kamis, (21/08). Sayangnya, meskipun punya fitur dan teknologi yang menjanjikan, Vivo masih ‘menahan diri’ untuk menjual perangkat ini secara lokal maupun publik.
Saat ini, Vivo Vision masih dalam tahap publik experience, tepatnya di 10 kota di China.Vivo pun masih merahasiakan soal harga pasaran perangkat Mixed Reality pertama mereka. Tapi, beberapa sumber telah membocorkan perkiraan harga dari Vivo Vision.
Menurut laporan dari Gizmochina, dikutip Jumat, (22/08), salah satu eksekutif Vivo mengisyaratkan Vivo Vision ini dibanderol dengan harga sekitar 10.000 yuan (sekitar USD1.395) atau kurang lebih sekitar Rp22 jutaan.
Harga ini jauh lebih murah dari Apple Vision Pro yang memang jadi salah satu ‘alasan’ hadirnya Mixed Reality ini. Di pasaran, Vision Pro dijual dengan harga paling murah Rp43 jutaan ke atas.
Ini adalah strategi yang menarik dari Vivo dimana mereka fokus untuk membuatnya lebih ringan dan lebih terjangkau daripada menjejalkan berbagai fitur.
Vivo Vision Discovery Edition sendiri meluncur pada hari ini, Kamis, 21 Agustus 2025 di Dongguan, Chang’an Sports Center.
Peluncurannya ini bertepatan dengan perayaan 30th Anniversary Vivo sebagai perusahaan teknologi ternama asal China. Ini menjadi tonggak baru bagi Vivo di usia ke 3 dekade mereka, sekaligus menjadi pesaing baru untuk Apple dan Meta di pasar perangkat Mixed Reality.
Dengan bobot tersebut, Vivo mengklaim bahwa headset-nya 26 persen lebih kecil dari rata-rata perangkat serupa di industri saat ini.
Demi mendapat bobot yang diinginkan, Vivo kemudian merancang perangkat ini dengan bingkai logam serta material ringan seperti plastik, kaca, dan bahkan kain. Selain bobotnya yang ringan, Vivo Vision ini juga memiliki ukuran body yang kecil dengan tinggi 83 mm dan ketebalan 40 mm.