Telegram Diblokir di India Gara-Gara Kasus Bocor Soal Ujian

Uzone.id — Langkah cukup
mengejutkan diambil oleh Otoritas Pendidikan Nasional (NTA) Kementerian
Pendidikan India. Menjelang ujian tingkat nasional atau NEET (National
Eligibility cum Entrance Test) yang diselenggarakan ulang pada 21 Juni 2026,
Kementerian Pendidikan India memblokir akses media sosial Telegram di negara
mereka.
Pemblokiran ini dilakukan beberapa hari, tepatnya saat ujian NEET berlangsung, namun pembatasan fitur edit pesan disebut akan berlaku hingga 30 Juni 2026.
Menurut NTA, beberapa kelompok memanfaatkan Telegram untuk
menjual soal ujian palsu sekaligus menyebarkan informasi yang menyesatkan
kepada para peserta.
Pembatasan akses dan fitur edit pesan Telegram bertujuan
untuk mencegah "jaringan curang" dalam menyebarkan informasi yang
salah tentang ujian ulangan.
Lembaga tersebut mengklaim bahwa fitur pengeditan pesan di
Telegram dimanfaatkan para admin untuk memodifikasi unggahan lama hingga
mengganti lampiran dengan soal ujian yang baru saja diselesaikan.
“Kedua langkah tersebut diambil demi menjaga ketertiban umum
sebagai respons terhadap penggunaan platform secara terorganisasi oleh jaringan
pelaku kecurangan yang menipu peserta ujian NEET," kata pihak NTA dikutip
dari TechCrunch, Kamis, (18/06).
Pemblokiran ini—meskipun bersifat sementara—tetap membuat
Pavel Durov, CEO Telegram murka. Apalagi India sendiri merupakan pasar terbesar
Telegram saat ini dengan 350 jutaan pengguna bulanan.
Menurutnya, larangan tersebut terkesan tak adil karena berimbas pada pengguna yang tidak ada hubungannya dengan ujian nasional tersebut.
“Larangan tersebut menghukum lebih dari 150 juta pengguna
Telegram biasa di India yang bukan individu yang membocorkan materi ujian. Dan
larangan ini tidak menghentikan apa pun. Kebocoran hanya akan menyebar ke
aplikasi lain,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa platform sudah melakukan tindakan
tegas dengan
Dalam postingan berikutnya di saluran Telegram-nya, Durov
mengatakan bahwa menghapus ratusan saluran yang terkait dengan bocoran materi
ujian dan penipuan sejenis di India dalam beberapa pekan terakhir.
Ia menambahkan bahwa Telegram telah menonjolkan label “sudah
diedit” untuk membantu mencegah apa yang disebut sebagai penipuan “backdating”.

