Telkom Akan Rampingkan 67 Anak Usaha Jadi 19, Pastikan Tak Ada PHK
Melalui program TLKM30, Telkom Indonesia merampingkan 67 anak usaha menjadi 19 pada akhir tahun ini, memastikan tiada PHK dalam proses transformasi kompleksnya.

Foto: Uzone.id
Highlight Artikel
- Telkom Indonesia tengah melakukan transformasi TLKM30 untuk merampingkan struktur bisnisnya.
- Targetnya adalah mengurangi jumlah anak usaha dari 67 menjadi 19 perusahaan pada akhir tahun ini, setelah per Juni 2026 jumlahnya menjadi 48.
- Telkom memastikan bahwa perampingan anak usaha tidak akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Nusa Dua, Bali, Uzone.id — Telkom Indonesia tengah melakukan perombakan besar dalam struktur bisnisnya. Melalui program transformasi TLKM30, perusahaan menargetkan jumlah anak usaha yang sebelumnya mencapai 67 perusahaan dapat dipangkas menjadi hanya 19 anak usaha.
Proses perampingan tersebut sudah mulai berjalan. Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji, mengatakan jumlah anak usaha Telkom per Juni 2026 telah berkurang menjadi 48 perusahaan."Transformasi dari TLKM30 yang dilakukan sudah sangat banyak. Ada beberapa hal yang paling mendasar. Pertama adalah streamlining," ungkap Seno saat ditemui beberapa awak media di sela acara BATIC 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8).
Target berikutnya adalah menyelesaikan proses streamlining hingga jumlah anak usaha tersisa 19 perusahaan pada akhir tahun ini.
“Dari sebelumnya 67 anak usaha, per Juni kemarin jumlahnya sudah menjadi 48. Target kami, mudah-mudahan pada akhir tahun ini jumlahnya dapat berkurang lebih banyak lagi sehingga kami bisa mencapai target 19 anak usaha,” kata Seno dalam BATIC 2026.
Menurut Seno, streamlining menjadi salah satu bagian paling mendasar dalam transformasi yang sedang dilakukan Telkom. Namun, proses untuk memangkas jumlah anak usaha tersebut tidak sesederhana menggabungkan atau mengurangi jumlah perusahaan.
Telkom masih harus menjalani berbagai proses dengan tingkat kompleksitas dan dinamika yang cukup besar. Pendekatan dan komunikasi dengan berbagai pihak pun terus dilakukan untuk memastikan target perampingan dapat tercapai.
“Proses streamlining sedang kami lakukan. Namun, proses ini memiliki kompleksitas dan dinamika yang luar biasa,” ujarnya.
Meski menargetkan 19 anak usaha pada akhir 2026, Telkom mengakui masih ada kemungkinan sejumlah proses belum sepenuhnya rampung hingga akhir tahun.
“Targetnya pada akhir tahun. Mungkin masih ada satu atau dua proses yang berlanjut pada tahun depan,” kata Seno.
Telkom Pastikan Tak Ada PHK
Perampingan jumlah anak usaha dari 67 menjadi 19 tentu menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap karyawan. Terlebih, proses streamlining berpotensi melibatkan penggabungan, pengalihan, hingga perubahan struktur sejumlah anak usaha Telkom.
Namun, Seno memastikan proses tersebut tidak akan diikuti dengan pemutusan hubungan kerja atau PHK.
“Tidak ada. Kami tidak boleh melakukan PHK,” tegasnya.
Seno mengatakan, ada sejumlah risiko yang harus diperhatikan dalam proses perampingan anak usaha. Salah satunya berkaitan dengan budaya perusahaan.
Selain itu, Telkom juga harus memperhatikan kepentingan berbagai pihak yang terlibat dalam proses transformasi tersebut.
“Risikonya cukup banyak. Pertama berkaitan dengan budaya perusahaan. Kemudian, ada beberapa isu lain yang juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Karena itu, Telkom terus melakukan komunikasi dengan anak-anak usaha serta para pemangku kepentingan agar proses streamlining dapat berjalan sesuai target.
“Kami terus berkomunikasi dengan anak-anak usaha dan para pemangku kepentingan agar proses ini dapat berjalan sesuai target serta tetap melindungi berbagai kepentingan yang ada," kata Seno lagi.
Perampingan anak usaha ini menjadi salah satu langkah Telkom dalam menjalankan transformasi TLKM30. Setelah proses streamlining dan penataan struktur bisnis selesai, Telkom menargetkan terbentuknya strategic holding yang lebih fokus pada strategi dan kebijakan perusahaan.
Sementara itu, masing-masing pilar bisnis diharapkan dapat bergerak lebih mandiri untuk memaksimalkan efisiensi sekaligus mengoptimalkan pendapatan.
“Dengan demikian, Telkom sebagai strategic holding akan terbentuk. Setelah strategic holding terbentuk, kami berharap proses delayering telah selesai dan empat pilar bisnis dapat berfungsi 100 persen,” kata Seno.
“Artinya, masing-masing pilar dapat memaksimalkan efisiensi dan mengoptimalkan pencapaian pendapatan. Sementara itu, strategic holding hanya akan berfokus pada strategi dan kebijakan.”
Dengan target memangkas jumlah anak usaha dari 67 menjadi 19, Telkom masih memiliki pekerjaan besar yang harus diselesaikan hingga akhir tahun. Namun, di tengah proses perampingan tersebut, perusahaan memastikan satu hal: transformasi dan streamlining yang dilakukan tidak akan berujung pada PHK.
FAQ Artikel
Apa tujuan utama transformasi TLKM30 Telkom Indonesia?
Tujuan utamanya adalah merampingkan struktur bisnis dengan mengurangi jumlah anak usaha dari 67 menjadi target 19 perusahaan.
Berapa jumlah anak usaha Telkom saat ini dan target akhirnya?
Per Juni 2026, jumlah anak usaha telah berkurang menjadi 48. Target akhirnya adalah 19 anak usaha pada akhir tahun ini, meskipun beberapa proses mungkin berlanjut hingga tahun depan.
Apakah proses perampingan anak usaha Telkom akan menyebabkan PHK?
Tidak, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji, memastikan bahwa tidak akan ada PHK dalam proses transformasi ini.
Apa yang akan menjadi fokus Telkom setelah transformasi selesai?
Setelah proses streamlining selesai, Telkom akan membentuk strategic holding yang lebih fokus pada strategi dan kebijakan perusahaan, sementara empat pilar bisnis akan bergerak lebih mandiri untuk efisiensi dan optimasi pendapatan.

