Foto: Uzone.id
Uzone.id — Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi pendukung, melainkan fondasi baru transformasi digital di berbagai sektor industri. Melihat peluang tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi meluncurkan AIcosystem, sebuah ekosistem AI terintegrasi yang menggabungkan berbagai kapabilitas kecerdasan buatan di lingkungan TelkomGroup.
Lewat AIcosystem, Telkom ingin mengambil peran lebih besar dalam pengembangan AI nasional, mulai dari penyediaan infrastruktur komputasi, platform AI, hingga solusi yang dapat digunakan oleh perusahaan, institusi pemerintah, dan sektor pendidikan.Peluncuran AIcosystem dilakukan langsung oleh Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, bersama Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Menurut Dian Siswarini, AI saat ini telah menjadi fondasi baru dalam transformasi digital sehingga pengembangannya tidak bisa dilakukan secara terpisah-pisah.
"AI bukan hanya perkembangan teknologi masa kini, melainkan fondasi baru transformasi digital yang perlu dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa," ujar Dian.
Berbeda dari banyak inisiatif AI yang hanya berfokus pada aplikasi atau chatbot, AIcosystem dibangun menggunakan pendekatan full-stack AI. Artinya, Telkom tidak hanya mengembangkan layanan berbasis AI, tetapi juga membangun fondasi teknologi yang mendukungnya.
Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa AIcosystem mencakup tiga lapisan utama, yakni AI Infrastructure, AI Models & Platforms, serta AI Solutions & Applications.
Di lapisan infrastruktur, Telkom menyediakan dukungan data center, GPU, CPU, dan kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan model AI berskala besar.
Sementara pada lapisan platform, Telkom mengembangkan berbagai layanan big data, data aggregator, platform AI, hingga Large Language Model (LLM) yang mendukung Bahasa Indonesia.
"AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform," kata Faizal.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena banyak perusahaan saat ini membutuhkan solusi AI yang lebih aman, mudah diintegrasikan dengan sistem bisnis yang sudah ada, serta mampu mengolah data internal perusahaan secara optimal.
Karena itu, Telkom menempatkan AI enterprise sebagai salah satu fokus utama pengembangan AIcosystem.
Saat ini berbagai solusi AI TelkomGroup telah digunakan di sejumlah sektor strategis seperti pendidikan, pemerintahan, logistik, telekomunikasi, keuangan, energi, manufaktur, hingga transportasi.
Penerapannya pun beragam, mulai dari pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, hingga perencanaan infrastruktur berbasis AI.
Di sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom juga sudah memanfaatkan teknologi AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai secara lebih cepat dan konsisten.
AIcosystem juga menjadi wadah integrasi berbagai inisiatif AI yang sebelumnya berkembang di masing-masing entitas TelkomGroup, mulai dari Telkom AI Center of Excellence, Telkomsel AI, Neutra Compute milik NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga Telkom University.
Telkom menilai pendekatan tersebut penting agar inovasi AI yang dikembangkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bisa saling terhubung dan menghasilkan solusi yang lebih besar serta mudah diadopsi berbagai industri.
Selain aspek teknologi, Telkom juga menyoroti pentingnya kedaulatan digital dalam pengembangan AI nasional.
Karena itu, AIcosystem dirancang dengan dukungan infrastruktur yang berada di dalam negeri, penguatan keamanan data, serta pengembangan LLM yang memahami Bahasa Indonesia dan konteks lokal.
Dengan pendekatan tersebut, Telkom berharap AI tidak hanya menjadi teknologi yang digunakan masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi teknologi yang dikembangkan dan menghasilkan nilai ekonomi di dalam negeri.
Melalui AIcosystem, Telkom menegaskan ambisinya untuk menjadi end-to-end AI ecosystem enabler di Indonesia sekaligus membuka peluang pemanfaatan AI yang lebih luas bagi dunia usaha, pemerintah, hingga generasi muda Indonesia.