
Uzone.id – Telkom Indonesia menghadirkan program “Kreasi Kaltara Inklusif” sebagai sebuah inisiatif pemberdayaan yang membuka peluang wirausaha kreatif bagi penyandang disabilitas, khususnya bagi perempuan di Kalimantan Utara.
Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 5,17 juta penduduk usia kerja penyandang disabilitas, hanya sekitar 1,04 juta yang masuk ke dalam angkatan kerja.Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) baru mencapai 20,14 persen dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 10,8 persen.
Angka tersebut mencerminkan adanya kesenjangan besar yang perlu dijembatani melalui pelatihan dan pemberdayaan berbasis keterampilan.
Melihat hal tersebut, Telkom Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan pelatihan wirausaha inklusif berbasis budaya, lingkungan, dan digitalisasi produk.
Pelatihan ini digelar di Kota Tarakan pada 17 Oktober 2025 yang melibatkan 45 orang disabilitas dari berbagai komunitas. Lewat pelatihan ini, para peserta dibekali dengan beberapa keterampilan, di antaranya:
Sebagai bentuk keberlanjutan, para pelaku usaha penyandang disabilitas akan diberi pendampingan oleh Rumah BUMN Telkom Tarakan.
Seluruh produk akan dikurasi dan dipasarkan melalui katalog digital serta e-commerce sebagai langkah awal membangun ekosistem wirausaha yang inklusif dan berbasis teknologi serta budaya lokal.
“Sebagai perusahaan digital telekomunikasi, Telkom Indonesia berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat melalui akses teknologi dan pemberdayaan ekonomi berbasis digital. Program ini tidak hanya menumbuhkan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk berinovasi, berkarya, dan mandiri secara ekonomi,” terang Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.
Program ini turut menjadi wujud nyata antara kolaborasi antara edukasi, ekonomi kreatif, dan teknologi dalam memperkuat daya saing masyarakat disabilitas di daerah.
Dengan mengangkat potensi budaya lokal dan mengedepankan prinsip keberlanjutan, kegiatan ini menegaskan bahwa inovasi tidak hanya milik mereka yang sempurna secara fisik tetapi kepada mereka yang memiliki semangat untuk tumbuh.
Melalui program ini, Telkom Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar Pendidikan, Inovasi Digital, dan Pemberdayaan Ekonomi.
Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
Telkom percaya bahwa wirausaha inklusif berbasis digital adalah langkah nyata menuju masyarakat yang mandiri, kreatif, dan setara di mana setiap individu, tanpa kecuali, memiliki ruang untuk berkembang dan memberi kontribusi bagi negeri.