icon-category Digilife

Telkom Indonesia Ciptakan Desa Cerdas di Kawasan IKN Nusantara

  • 20 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :
    (Foto: Instagram SVN Telkom Indonesia)

    Uzone.id - Smart Village Nusantara (SVN) sebagai bagian dari Smart City Nusantara (SCN) PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia) akan menerapkan teknologi dan layanan digital di ibu kota Nusantara (IKN).

    Ini bertujuan agar tidak terjadi kesenjangan adopsi digital sedari dini antara IKN Nusantara dengan penduduk wilayah di sekitarnya.

    Sebagai informasi, Smart Village Nusantara memiliki misi yang mulia, yakni:

    1. Untuk memberikan pengalaman bagi desa dalam pemberdayaan dan peningkatan ekonomi desa yang berkelanjutan;
    2. Sebagai sarana kolaborasi dan benchmark bagi desa, pemerintah daerah maupun stakeholder lain (kementerian/lembaga terkait);
    3. Sebagai bentuk dukungan Telkom Group dalam pengembangan ekosistem desa digital.

    BACA JUGA: Daftar Smartphone Oppo yang Dapat Update ColorOS 13

    Selain SVN, SCN juga mencakup layanan Smart City dan Kawasan (SCaN), SCN-Hub (integrasi data), serta Pesantren Go Digital (PDG) yang akan melayani ibu kota Nusantara Titik 0 KM setelah peresmian dan operasional layanan yang berada di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

    Tribe Leader Smart Village and Community Telkom, Wahyudi, mengatakan bahwa pihaknya sepanjang Juli telah melakukan pengenalan desa cerdas melalui SVN, yaitu melalui bimtek implementasi salah satu solusi layanan, yakni Simpeldesa yang merupakan solusi digitalisasi desa berbasis ekosistem ke aparat Pemerintah Desa Bukit Raya untuk diteruskan sosialisasi di awal Agustus ke RT, PKK, Karang Taruna, dan Majelis Taklim setempat.

    Simpeldesa sendiri berguna untuk memindahkan proses Administrasi dan Pelayanan Publik Desa ke layanan digital berbasis web dan smartphone.

    "Hasilnya saat ini, dari 3.035 penduduk Bukit Raya pada 1.022 kepala keluarga di sana, dengan potensi pengguna ada 2.341 user. Dari potensi tersebut, saat ini sudah hampir 300 pengguna aktif bulanan simpelDesa," ujar Wahyudi dalam siaran persnya.

    Fitur yang digunakan mayoritas adalah akses berita desa, lapor desa, info desa, serta urusan surat menyurat dari warga ke pemerintah desa. Sedangkan fitur ekonomi pasar desa baru mulai diperkenalkan.

    Persentase 12 persen relatif baik untuk ukuran layanan yang baru resmi digunakan dalam beberapa minggu saja.

    Merujuk pengalaman instalasi SVN di lebih dari 500 desa se-Indonesia sebelumnya, merujuk persentase tadi, maka SCN Telkom optimistis pengunduh-pengguna akan terus bertambah yang pada akhirnya kebermanfaatan SVN akan terasa di seluruh masyarakat.

    BACA JUGA: YouTube Hadirkan Super Stiker dan Super Stickers, Cara Baru Sawer Kreator

    Kemudian, konsep SVN menekankan digitalisasi sistem pelayanan desa (Smart Governance), pengembangan kehidupan sosial masyarakat (Smart Society) dan pemberdayaan serta pengembangan ekonomi warga, UMKM dan Bumdes (Smart Economy), kemudian monitoring dan evaluasi, dalam proses transformasinya melalui social development di antaranya melalui pembentukan komunitas digital Desa Bukit Raya.

    Saat ini terdapat penggunaan teknologi augmented reality untuk mendukung promosi produk UMKM di Desa Bukit Raya, hingga virtual tour Titik Nol IKN dan 3D design untuk pengembangan kawasan wisata Bukit Bangkirai.

    "Terlebih pada 18 Agustus lalu, sarana prasarana penguat baru diresmikan Komisaris dan Dirut Telkom serta Kepala Otorita IKN yakni mini data center atau Micro Edge DC neuCentrIX di Kecamatan Sepaku yang akan lebih mengoptimalkan semua layanan SCN di IKN nantinya," katanya.

    Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah sempat menjelaskan bahwa infrastruktur telekomunikasi di IKN Nusantara masih akan terus dikembangkan ke depannya. Pengembangannya pun dilakukan sesuai timeline pembangunan IKN Nusantara dari Otorita.

    "Telkom Group siap menyediakan jaringan serat optik dan layanan fixed broadband, jaringan nirkabel seluler 4G dan 5G, satelit dan Starlink, WiFi-6, serta jaringan backbone dan transpor," ujar Ririek.

    Komisaris Utama Telkom, Bambang Brodjonegoro, juga mengatakan bahwa pengembangan teknologi digital di IKN Nusantara oleh Telkom bisa mencegah kesenjangan adopsi teknologi sejak dini antara IKN Nusantara dengan penduduk di wilayah sekitarnya.

    "Ini tentang bagaimana IKN dapat menjadi role model bagi pembangunan kota di seluruh Indonesia, implementasi SVN di Desa Bukit Raya adalah wujud ajakan Telkom ke pemerintahan dan masyarakat desa mengimplementasikan pemanfaatan infrastruktur dan ekosistem digital," ucap Bambang.

    Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono, mengapresiasi langkah Telkom sebagai upaya mengatasi kesenjangan digital. "IKN akan jadi smart city, kecerdasan itu akan digunakan untuk membantu kehidupan sehari-hari warga."

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini