icon-category Startup

Telkomsel Tinc Batch 7, Ajang PDKT Startup dengan Venture Capital

Uzone.id - Melalui program corporate accelerator Tinc, Telkomsel membuka peluang bagi inovator lokal agar dapat mengoptimalkan potensinya. Berbekal ekosistem aset dan jejaring perusahaan yang luas, Telkomsel berhasil mempertemukan 4 startup, 11 alumni, 10 partner dan 17 Venture Capital dalam acara Tinc Batch 7 Demo Day and Alumni Gathering.

Acara bertajuk ‘Expanding the Possibilities: Resilience, Reboot, Reinvent’ itu digelar di Jakarta pada Kamis (29/9). Dalam acara tersebut, Telkomsel mengapresiasi startup dari program Tinc Batch 7 dan mempertemukan mereka dengan Venture Capital ternama.

Operator ini juga membuka peluang kolaborasi selebar-lebarnya antara startup dengan unit bisnis Telkomsel, para mentor dan expert, mitra strategis, dan komunitas Venture Capital dalam acara Alumni Gathering.

Wong Soo Nam selaku Direktur Planning & Transformation Telkomsel mengatakan, perusahaan sebagai digital ecosystem enabler terus memberdayakan perusahaan rintisan di Indonesia melalui Tinc. Melalui program ini, Telkomsel mengakselerasi pertumbuhan startup, mewujudkan potensi-potensinya melalui kolaborasi dan memanfaatkan kapabilitas ekosistem, aset dan jejaring perusahaan.

Menurutnya, melalui acara ini para stakeholders dapat bertemu dan membuka peluang kolaborasi, yang di antaranya dapat terwujud dalam bentuk fundraising, investment, atau strategic partnership.

Baca juga: Peran Huawei Spark Bantu Cetak Startup Unicorn

“Dengan mempertemukan mereka yang sebelumnya hanya pernah berkumpul secara daring, kami berharap Tinc Batch 7 Demo Day & Alumni Gathering menjadi titik awal bagi ekosistem Tinc untuk memperkuat hubungan, memperluas jejaring, dan mendukung satu sama lain,” ucap Soo Nam.

Pamer kemajuan startup di hadapan Venture Capital

Wong Soo Nam, Direktur Planning & Transformation Telkomsel

Pada segmen Demo Day, Telkomsel menunjukkan kemajuan bisnis dari startup Tinc Batch 7 yang telah melalui beberapa tahapan akselerasi, dan mendapatkan pengayaan melalui bootcamp dan mentoring. 

Total, ada 4 startup yang mengikuti rangkaian acara ini, yakni Askara, Fammi.ly, Machine Vision dan Tumbasin. Seluruhnya menyampaikan presentasi tentang lingkup bisnis, peta jalan bisnis, rencana kolaborasi, hingga rencana pendanaan mereka.

Dengan ulasan dan umpan balik dari Venture Capital yang hadir, Telkomsel berharap dapat mendukung startup untuk berkembang mencapai tingkat kematangan dan kelayakan investasi yang tepat.

Sebagai investor yang akan mengulas dan memberikan umpan balik bagi startup Tinc Batch 7, Telkomsel mengundang Telkomsel Mitra Inovasi, MDI Ventures, Aksara Ventures, Angel Investment Network Indonesia, Arise VC, Benson Capital, Global Founder Capital, Qualgro Singapore, Gayo Founder Capital, Cydonia VC, Jungle Venture, Kejora-SBI Orbit, Kinesys Group, Northstar Group, Sequoia Singapore, Skystar Capital, dan Venturra.

Pada segmen Alumni Gathering, Tinc menghubungkan kembali portofolio startup untuk berbagi kabar perkembangan bisnis mereka. Dalam sesi ini, Telkomsel mempertemukan startup Bizhare, Ecodoe, ZiCare, SHINTA VR, Jojonomic, Kecilin, eFishery, Jala, Habibi Garden, Birru, dan Ctscope, dengan para Venture Capital dan unit bisnis Telkomsel yang hadir untuk menggali potensi kolaborasi lebih lanjut, sekaligus mendiskusikan bagaimana startup bisa bertahan di tengah situasi ekonomi pasca pandemi.

Baca juga: Suasana BUMN Startup Day, Rame!

“Melalui program akselerasi bisnis inovatif digital, Telkomsel mengajak stakeholders untuk menciptakan perubahan dalam ekosistem digital dengan membangun dan merawat hubungan yang bernilai dan berharga dalam rangka memperkuat ekonomi digital Indonesia,” ucap Soo Nam.

“Telkomsel berharap di penghujung program akselerasi Tinc Batch 7 ini, startup yang berpartisipasi bisa mendemonstrasikan resilience untuk bertahan di tengah perubahan dan krisis, melakukan reboot untuk beradaptasi terhadap peralihan tren dan kompetisi bisnis, serta selalu reinvent untuk mewujudkan gagasan baru dan tetap inovatif,” pungkasnya.

Mengenal Tinc, akselerator untuk dorong pertumbuhan startup

Telkomsel Corporate Accelerator (Tinc) adalah sebuah program pengembangan bisnis digital dari Telkomsel bagi semua solusi digital pada tahap seed round yang memiliki potensi untuk berkembang bersama ekosistem aset dan jejaring perusahaan. 

Tinc berperan sebagai akselerator yang mendukung startup untuk berkolaborasi, melakukan riset dan piloting bersama, serta membuka peluang komersialisasi hingga akses pasar. Sejak kehadirannya pada 2018, Tinc menerapkan tiga nilai utama dalam mendukung kemajuan para inovator lokal pada setiap Batch.

Pertama, Connect. Di sini, perusahaan membantu menghubungkan startup dengan ekosistem yang tepat untuk tumbuh. Kemudian Accelerate untuk mempercepat persiapan komersialisasi startup untuk memasuki segmen pasar tujuan. Serta Grow untuk membantu startup tumbuh bersama ekosistem aset dan jejaring bisnis Telkomsel. 

Guna mengakselerasi proses perkembangan bisnis startup, Telkomsel melengkapi Tinc dengan beberapa fasilitas penunjang seperti Bootcamp & Workshop, Mentorship, Funding, serta fasilitas yang unik seperti akses ke Telkomsel Digital Ecosystem, akses ke Market, Internal Perks, hingga Project Buddy. Dalam Tinc Batch 7, Telkomsel juga menggandeng Telkom Indigo, Google Cloud, Meta, AWS, Xendit, DKK Consulting, Rombak Media, Pijar, Kumpul, Mitsui & Co, dan Block71 sebagai mitra strategis untuk mendukung proses pengembangan bisnis peserta program akselerasi.

Baca juga: Jadi CEO Startup Harus Jago Storytelling?

Tinc merupakan bagian dari peta jalan pengembangan ekosistem digital Telkomsel, yang dimulai dengan sebuah program pengembangan tech talents, digital creators, dan calon founder startup bertajuk ‘IndonesiaNEXT’.

Beberapa startup Tinc merupakan referral dari program NextDev, pintu awal ekosistem pemberdayaan startup oleh Telkomsel yang sekaligus bertindak sebagai inkubator bisnis bagi early-stage startups

Startup yang siap untuk menginjak tahap series funding dapat bermitra dengan Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) yang akan mendukung stabilitas startup melalui investasi strategis dan kolaborasi jangka panjang. 

Melalui INDICO, anak usaha Telkomsel yang menjadi holding company bagi inovasi-inovasi digital, Telkomsel pun siap melakukan akuisisi terhadap startup tingkat lanjut, agar bisnis digital mereka dapat tumbuh secara terukur dan berkelanjutan bersama Telkomsel, serta menciptakan nilai manfaat yang maksimal terhadap ekosistem dan ekonomi digital Indonesia.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini