icon-category Digilife

Terungkap Rata-rata Utang Pinjol Anak Muda di Indonesia, Berapa?

  • 12 Sep 2023 WIB
Bagikan :

Uzone.id – Anak muda saat ini sedang berada dalam jeratan pinjaman online. Dari 10,91 juta akun penerima pinjaman aktif saat ini, terdapat anak-anak muda berusia 19 tahun hingga 34 tahun yang menjadi peminjam aktif.

Selain kebutuhan mendesak, ada beberapa hal yang jadi alasan kenapa anak muda saat ini sangat tergiur pinjol, diantaranya adalah perilaku konsumtif, literasi pinjaman yang rendah serta tingginya kasus judi online.

Nailul Huda selaku pengamat ekonomi digital dari INDEF mengungkapkan kalau hingga Desember tahun lalu, pinjaman online tumbuh pesat sekitar 71 persen dan 18 persen per Juli 2023 kemarin.

Dari tahun 2021 hingga Juni 2023 ini, penyaluran pinjaman online tercatat beralih dari yang awalnya untuk sektor produktif berubah haluan ke sektor konsumtif.

“Fintech P2P dulu banyak disalurkan ke sektor produktif, namun di tahun 2022 hingga saat ini lebih banyak menyalurkan ke sektor konsumtif. Di Juni 2023, 64,2 persen fintech menyalurkan dana ke sektor konsumtif,” ujar Nailul Huda dalam acara Diskusi Publik "Bahaya Pinjaman Online Bagi Penduduk Usia Muda”, Senin, (11/09).

Ia menambahkan, beberapa fintech khusus menawarkan pendanaan mereka untuk sektor konsumtif, seperti pembelian laptop, gadget dan barang konsumtif lainnya. 

Selain itu, kebutuhan seperti traveling, menghadiri konser musik dan koleksi merch idola menjadi salah satu perilaku konsumtif yang sering dilakukan oleh anak-anak muda, dimana hal ini menjadi ‘sasaran’ platform Pay Later dan fintech untuk mengiklankan layanannya.

Semakin meningkatnya tren pinjaman serta hidup konsumtif masyarakat saat ini, semakin meningkat pula besaran nominal yang dipinjam online kalangan muda dewasa ke fintech P2P lending.

“Pada Juni 2023, pinjaman rata-rata untuk pemuda di bawah 19 tahun mencapai Rp2,3 juta, sementara untuk usia 20-34 tahun adalah Rp2,5 juta, padahal pendapatan rata-rata pemuda hanya Rp2 juta per bulan,” tambah Nailul.

Rata-rata utang anak muda ini semakin melesat semenjak 2021 kemarin, di tahun tersebut usia dibawah 19 tahun mencatatkan hutang rata-rata sekitar Rp700 ribuan dan usia 19-34 mencapai Rp740 ribuan.

Di tahun 2022, peningkatan nominal hutang melonjak tajam dan lebih tinggi dibanding tahun dimana anak-anak usia 19 tahun ke bawah memiliki hutang sebesar Rp2,7 juta dan Rp2,2 juta untuk kalangan 19 tahun hingga 34 tahun.

Melihat tingginya utang dibandingkan pendapatan per bulan, Nailul meminta adanya tindakan konkret untuk mengatasi pinjaman online ini. 

Salah satunya adalah dengan program pendidikan online dan offline, kampanye kesadaran finansial nasional, serta memperkuat kerja sama dan kemitraan strategis dengan kementerian dan lembaga pemerintah, melibatkan universitas, dan memperkuat sektor jasa keuangan.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini