
Setelah sempat tertunda, Autopilot terbaru Tesla akhirnya siap untuk didistribusikan secara massal. Kabar ini diungkapkan oleh CEO Tesla Motors, Elon Musk, melalui Twitter pribadinya.
Tesla pertama kali memberikan bocoran terkait sistem baru Enhanced Autopilot untuk paket perangkat keras Hardware 2.0 (HW2) pada Desember lalu.
Baca juga: Tesla Perkenalkan Mobil Listrik 778 HP
Peluncuran tahap pertama memberikan pengemudi Tesla akses terhadap beberapa fitur seperti Traffic Aware Cruise Control, Forward Collision Warning dan Autosteer+. Fitur Autosteer+ yang bekerja secara tandem dengan fitur Traffic Aware Cruise Control berfungsi untuk menjaga kendaraan tetap di jalurnya dalam keadaan macet parah secara otomatis. Akan tetapi, di awal, fungsi ini hanya terbatas untuk penggunaan dengan kecepatan di bawah 45 mph.
Beberapa pemilik Tesla mungkin merasa kecewa dengan adanya penundaan-penundaan sekaligus kalimat peringatan yang muncul terkait dengan peluncuran perangkat lunak ini.
Akan tetapi, penundaan dan peringatan tersebut dilakukan dengan tujuan yang baik karena sebelumnya Autopilot Tesla menyebabkan kecelakaan serius.
Meski Tesla dinyatakan tidak bersalah, kecelakaan tersebut membuat fokus yang diberikan pada sistem kemudi otomatis Tesla menjadi lebih besar.
Salah satu fokus tersebut ialah pemberian informasi yang lebih baik pada pengguna terkait fungsi dan kemampuan sistem ini.
Sistem Autopilot terdahulu masih termasuk sistem kendali otomatis level 2, yang artinya masih membutuhkan kontrol dari manusia untuk berkendara.
Akan tetapi, dengan HW2, Tesla menyasar target sistem kendali otomatis level 5 di mana sistem otomatis dapat menjalankan semua tugas berkendara secara penuh.
Meski pembaruan perangkat lunak dilakukan bertahap, Musk memastikan bahwa kemampuan penuh dari HW2 akan diluncurkan semua di akhir tahun ini. Musk memberikan gambaran kasar bahwa pembaruan ini akan dimulai paling cepat Maret mendatang.
Dengan Enhanced Autopilot dan perangkat keras baru, Tesla dinilai dapat menjadi mobil pertama yang menyelesaikan permasalahan rumit terkait kemudi otomatis pada mobil.
Memang akan ada beberapa penundaan untuk memperbaiki sistem tersebut. Akan tetapi, penundaan lebih baik demi keamanan bersama.