Test Drive BYD M6 DM-i: Paket Komplit Mobil Keluarga, Listrik Bisa, Bensin Bisa
BYD M6 DM-i, MPV PHEV 1.500cc dengan mode EV 100 km, handling seimbang, serta efisiensi BBM impresif, merupakan pilihan ideal untuk keluarga.

Highlight Artikel
- BYD M6 DM-i adalah MPV Plug-in Hybrid EV (PHEV) yang tidak hanya identik dengan mobil listrik, namun juga dilengkapi mesin bensin 1.500cc.
- Menampilkan desain sporty dengan grill dinamis, over fender, roof rail, dan diffuser pada tipe Cross Superior 7.
- Mengusung teknologi DM-i (Dual Mode Intelligent) dengan konsep "EV first" yang memprioritaskan mode listrik hingga 100 km, lalu beralih ke mode hybrid.
- Kapasitas baterai yang lebih kecil (18,3 kWh) dan penempatan mesin depan membuat keseimbangan bobot dan handling lebih baik, serta suspensi yang nyaman.
- Menawarkan efisiensi BBM luar biasa, mencapai 65 km/liter saat mode EV aktif dan sekitar 25 km/liter di mode HEV.
Daftar Isi
Ya, M6 DM-i. Mengambil basis dari MPV listrik M6, namun juga dilengkapi dengan mesin bensin berkapasitas 1.500cc dan mengusung teknologi Plug-in Hybrid EV alias PHEV.
Dari sodoran tersebut, di atas kertas jelas mobil ini jadi mobil keluarga yang komplit. Bayangkan, selain muat orang banyak dan fiturnya lengkap, mobil ini juga bisa diisi bensin atau dicas!
Tampilan lebih keren berkat grill sporty
Mulai dari grill depan yang bikin tampangnya jadi lebih dinamis dan sporty, plus lebih mendekati mobilm konvensional.
Selain itu, ada over fender, roof rail, dan diffuser yang membuat tampilannya jadi berkesan ala-ala SUV crossover. Selebihnya, kebanyakan sama dengan versi EV, termasuk di interiornya.
Teknologi DM-i jadi pembeda utama
Penggerak Utama Listrik: Motor listrik bertindak sebagai penggerak utama sehingga mobil memiliki karakter berkendara seperti mobil listrik murni (EV)—responsif, torsi instan, halus, dan senyap.
Peran Mesin Bensin (ICE): Mesin bensin (menggunakan mesin khusus Atkinson Cycle 1.500cc dengan efisiensi termal tinggi hingga 46%) tidak selalu memutar roda. Mesin ini berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai atau bekerja membantu tenaga saat baterai menipis atau butuh akselerasi tinggi.
Mode Operasi Cerdas: Sistem secara otomatis beralih di antara mode EV murni, HEV Series (mesin mengisi baterai, motor menggerakkan roda), dan HEV Parallel (mesin dan motor bekerja bersamaan.
Sederhananya, M6 DM mengusung konsep EV first, yang artinya, ketika bensin dan baterai sama-sama penuh, mobil ini akan memprioritaskan EV, dengan jarak tempuh sejauh 100 km lebih.
Setelah kapasitas baterai mencapai 20 persen, mode akan beralih secara otomatis ke HEV alias hybrid, dimana mesin bensin dan motor listrik bekerja bersamaan saling mengisi sesuai kondisi jalan.
Jadi, untuk penggunaan dalam kota misalnya, cukup isi listriknya saja dan mobil bisa seliweran sampai jarak 100 km, sementara kalau mau ke luar kota, dan baterai menipis, tinggal cari SPBU untuk isi bensin.
Impresi berkendara yang leb ih seimbang
Nah, karena M6 DM-i kapasitas baterainya jauh berkurang dari versi EV, yakni hanya 18,3 kWh, maka secara bobot jauh lebih ringan dari M6 EV yang kapasitas baterainya 71,8 kWh.
Selain itu, penempatan mesin di bagian depan juga membuat keseimbangan bobot dan center of gravity jadi lebih baik. Ini bakal berpengaruh ke handling ketika dikendarai.
Kami suka bantingan suspensinya yang jadi lebih terasa stiff namun tetap empuk dan tidak mengayun. Pergerakan mobil jadi lebih stabil, gesit dan pastinya mengurangi gejala mual yang kerap dialami penumpang mobil listrik.
Urusan performa? Ya jangan tanya lagi, apalagi kalau EV yang lagi aktif atau ketika mesin bensinnya disokong tenaga dari motor listrik, wuuuzzz, melesat enteng dan berisi.
Mobil ini didukung mesin bensin berkapasitas 1.498 cc 4-silinder Atkinson, rasio kompresi 16:1, efisiensi termal 46,06% (aman menggunakan bahan bakar oktan minimal 92 / Pertamax).
Tenaga mesin tersebut sebesar 100 hp dan torsinya 126 nm, ditambah motor listrik bertenaga 161 hp dan torsinya 163 ps. Tenaga gabungannya 207 hp.
Meski begitu, soal getaran mesin juga cukup diacungi jempol. BYD bisa membuat perpindahan antara mesin bensin dan motor listrik nyaris tidak terasa.Begitun juga perbedaan akselarasi mesin bensin saja dan EV yang hampir tidak bisa dibedakan. Meski memang, ketika hanya mesin bensin saja, pergerakan mobil hanya sedikit saja terasa lebih berat.
Terakhir soal efisiensi. Mobil ini kami gunakan untuk harian, kebanyakan dari rumah ke kantor. Dan ketika baterai masih penuh, konsumsi BBM sangat-sangat irit, mirip dengan klaim BYD yakni 65 km per liter. Jelas, karena kebanyakan hanya EV yang bekerja.
Lain cerita ketika kondisi baterai sudah di 20 persen, dimana mode HEV aktif dan mesin bensin serta motor listrik aktif bergantian.
Pada kondisi tersebut, catatan konsumsi BBM wajar mengalami penurunan. Tapi seboros-borosnya, kami mendapat catatan sekitar 25 km per liter. Ya jelas lumayan banget!
Kesimpulan
BYD memang cukup baik membaca kebutuhan mobilitas warga Indonesia yang masih gemar mobil 7 penumpang. Selain tampang cakep dan fitur lengkap, fleksibilitas bisa isi BBM dan ngecas jadi keunggulan di zaman now. Terlebih, harga jualnya juga masih terjangkau.
FAQ Artikel
Apa itu BYD M6 DM-i?
BYD M6 DM-i adalah kendaraan MPV (Multi-Purpose Vehicle) dengan teknologi Plug-in Hybrid EV (PHEV). Artinya, mobil ini memiliki mesin bensin 1.500cc sekaligus motor listrik yang bisa dicas, menawarkan fleksibilitas penggunaan bahan bakar atau listrik.
Bagaimana teknologi DM-i (Dual Mode Intelligent) pada BYD M6 bekerja?
Teknologi DM-i mengusung konsep "EV first", di mana mobil memprioritaskan penggunaan motor listrik untuk penggerak utama. Ketika baterai penuh, mobil bisa menempuh jarak lebih dari 100 km dengan mode EV. Setelah kapasitas baterai mencapai sekitar 20%, sistem akan beralih ke mode HEV (Hybrid Electric Vehicle) di mana mesin bensin dan motor listrik bekerja bersamaan sesuai kondisi jalan.
Apa keunggulan handling BYD M6 DM-i dibandingkan mobil listrik murni?
Berkat kapasitas baterai yang lebih kecil (18,3 kWh) dibandingkan versi EV (71,8 kWh), BYD M6 DM-i memiliki bobot yang lebih ringan. Selain itu, penempatan mesin bensin di bagian depan turut meningkatkan keseimbangan bobot dan center of gravity mobil. Hal ini menghasilkan bantingan suspensi yang lebih stabil, gesit, dan mengurangi gejala mual bagi penumpang.
Seberapa efisien konsumsi bahan bakar BYD M6 DM-i?
Ketika baterai masih penuh dan mode EV aktif, konsumsi BBM BYD M6 DM-i sangat irit, mencapai sekitar 65 km per liter sesuai klaim. Namun, saat baterai menipis (sekitar 20%) dan mode HEV aktif, konsumsi BBM akan menurun menjadi sekitar 25 km per liter, yang masih tergolong sangat efisien untuk sebuah MPV.
Bagja Pratama
Jurnalis

