
-
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan potensi longsor Gunung Anak Krakatau sudah kecil. Tinggi gunung itu pun sudah menyusut, dari semula 338 meter kini menjadi 110 meter.
Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo menjelaskan, itu berdasarkan pengamatan terakhir, Jumat sore (28/12) pukul 14.18 WIB di Pos PGA Pasauran.
Tinggi itu tercatat lebih rendah dari dua pulau yang menjadi latar belakang Gunung Anak Krakatau, yakni Pulau Sertung dengan tinggi 182 meter dan Pulau Panjang 132 meter.
Saat itu, abu vulkanik disebut bergerak ke arah Timur-Timur Laut, dengan cuaca teramati berawan-hujan. Diamati lebih lanjut pada pukul 14.18 WIB, cuaca cerah dan asap letusan tidak berlanjut.
"Terlihat tipe letusan surtseyan, yang terjadi karena magma yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau bersentuhan dengan air laut," katanya.
Purbo menyatakan proses pengamatan visual terus dilakukan untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih presisi. Saat ini, lanjutnya, letusan Gunung Anak Krakatau bersifat impulsif.
Jumat (28/12) kemarin Gunung Anak Krakatau masih mengalami letusan sampai 15 kali dan statusnya di level III (Siaga). Peringatan aktivitas vulkanik untuk penerbangan atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) masih berada di zona oranye atau belum berbahaya.
Erupsi dan longsornya Gunung Anak Krakatau lah yang memicu Tsunami Selat Sunda yang menghantan Banten dan Lampung pekan lalu.