
Para pengguna internet baiknya waspada ketika hendak mengunduh VPN agar tak terjebak VPN palsu yang disisipkan malware berbahaya. VPN kerap digunakan untuk mengakali pembatasan internet adalah dengan memasang VPN.
Tapi hati-hati ketika memilih VPN Guna menghindari hal itu, berikut tips sebelum mengunduh VPN:
1. Perhatikan Klaim yang Tidak Berdasar
Dilansir blog resmi Avast, jika Anda melihat pengembang VPN yang memposisikan produknya sebagai yang tercepat dan paling aman, jangan mudah percaya.
Anda harus mencari pernyataan tinjauan dari pihak ketiga yang juga memakai VPN itu, jika tidak ada tinjauan sama sekali maka cari lah aplikasi VPN lain.
Lihat juga:Pengamat: Waspada Aplikasi VPN 'Bodong' |
5. Gunakan VPN Berbayar
Jika Anda ingin menikmati manfaat keamanan data saat menggunakan VPN, disarankan untuk menggunakan VPN berbayar. Biasanya, VPN gratisan mencuri data dan dapat menjualnya kepada pihak ketiga demi mendapatkan untung dari komisi penjualan.
Saat Anda memutuskan untuk membeli VPN, perhatikan juga kebijakan pengembalian uang. Sebagian besar VPN yang asli akan menawarkan jaminan yang kembali antara tujuh hingga 30 hari.
Sebelumnya, kepada CNNIndonesia.com pengamat keamanan siber, Alfons Tanujaya sempat mengungkap agar pengguna waspada jika menggunakan VPN gratisan yang tidak jelas siapa penyedia layanannya. Sebab, pengguna tidak mengetahui secara pasti keamanan data saat melewati server VPN yang sedang diaktifkan.
Namun, menurutnya tidak semua VPN gratisan memiliki kualitas buruk, ia mencontohkan salah satu VPN gratis yang direkomendasikan untuk dipakai yakni Cloudflare.
[Gambas:Video CNN]