icon-category Digilife

Tips Belanja Aman di E-commerce Tanpa Was-was Diretas

  • 05 May 2020 WIB
  • Bagikan :

    (Ilustrasi foto: rupixen.com / Unsplash)

    Uzone.id -- Berbelanja dan melakukan transaksi di dunia digital perlu memperhatikan beberapa hal. Kemudahan dan kepraktisan tentu dapat dirasakan, namun secara bersamaan tentu kita ingin segalanya berjalan dengan aman.

    Belajar dari kejadian yang dialami Tokopedia, rasanya wajar jika pengguna langsung merasa was-was jika ingin melakukan transaksi di platform e-commerce. Peretasan dan pencurian data pribadi sangat mungkin terjadi.

    Di samping rasa was-was itu sendiri, pengamat keamanan siber Chairman Lembaga Riset Siber Indonesia (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar transaksi di dunia virtual tidak terganggu hanya karena ada kasus pembobolan.

    Baca juga: Inikah Hacker yang Curi 91 Juta Akun di Tokopedia?

    “Transaksi bisa dilakukan seperti biasa, namun minimal ganti password dan bikin password berbeda di setiap platform. Karena bila password email dan Tokopedia sama, kemungkinan terburuk email kita diambil alih dan semua akun-akun kita lumpuh, baik media sosial maupun marketplace,” terang Pratama dalam keterangannya yang diterima Uzone.id, Senin (4/5).

    Pratama kemudian membeberkan deretan langkah aman yang dapat diterapkan oleh pengguna e-commerce agar akun dan proses transaksi tetap aman.

    1. Amankan akun dengan mengganti password secara rutin
    2. Jangan menggunakan kartu debit atau kredit secara langsung, tapi gunakan dompet digital
    3. Aktifkan verifikasi dua langkah atau Two-factor Authentication (2FA)
    4. Jangan pakai WiFi Publik atau gratisan
    5. Biasakan bertanya dulu tentang stok barang sebelum membeli
    6. Jangan lupa lihat reputasi toko online
    7. Pasang antivirus yang terbaru agar terhindar dari malware
    8. Gunakan password yang berbeda untuk setiap akun, termasuk e-commerce dan media sosial
    9. Jangan sembarang mengklik link mencurigakan, bis jadi itu phising
    10. Jangan berikan kode OTP ke siapapun

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini