Tips Perawatan Motor Listrik: Baterai Jangan Sampai Habis Biar Lancar
Untuk perawatan motor listrik, disarankan mengecas baterai setiap hari sebelum habis dan cabut sebelum penuh. Charger standar lebih baik untuk keawetan baterai.
.png&w=3840&q=75)
Highlight Artikel
- Pentingnya pengecasan rutin baterai motor listrik setiap hari untuk penggunaan harian.
- Disarankan untuk mengecas baterai sebelum habis total dan mencabutnya sebelum penuh agar lebih aman.
- Penggunaan slow charger lebih direkomendasikan untuk menjaga kesehatan dan keawetan baterai motor listrik.
- Dyvolt EV Shop menawarkan layanan lengkap mulai dari perawatan, konversi, hingga modifikasi motor listrik.
Uzone.id - Masih banyak pengguna motor listrik yang belum memahami soal perawatan kendaraan yang digunakan. Salah satunya dari sisi pengecasan baterai yang disarankan jangan digunakan sampai habis.
Pentingnya Pengecasan Rutin Baterai Motor Listrik
Seperti yang dikatakan oleh Arief selaku Teknisi di Dyvolt EV Shop. Menurutnya perawatan motor listrik harus setiap hari dilakukan pengecasan jika motor digunakan untuk harian."Kalau tips untuk perawatan, yang pertama gini, kalau memang unit setiap harid ipakai, mendingan setiap hari dicas," ujar Arief ketika ditemui Uzone.id.
Kiat Pengecasan Optimal: Sebelum Habis, Cabut Sebelum Penuh
Arief berpendapat, kalau baterai motor listrik tidak dapat digunakan hingga dayanya benar-benar habis. Artinya sebelum baterai habis harus segera dicas, begitupun sebaliknya.
"Jangan sampai nunggu habis banget, sampai low-bat mati, baru dicas kayak gitu ya. Jadi ibaratnya cas sebelum habis, cabut sebelum penuh, seperti itu lebih aman," jelas Arief.
Arief menjelaskan, sejauh pengalamannya menggarap motor listrik, jarang menemui kendala. Di sisi lain, karena bengkel Dyvolt EV Shop memang fokus ke motor listrik, sehingga apapun kendalanya masih bisa diatasi.
"Kalau kendala teknis jarang sih, mungkin karena kita sudah biasa ya, jadi aman-aman saja," pungkasnya.
Pilihan Charger: Cepat untuk Praktis, Standar untuk Awet Baterai
Di kesempatan yang sama, Adi Siswanto selaku owner Dyvolt EV Shop mengatakan perawatan motor listrik bisa dari charger yang digunakan.
Menurutnya charger berdaya besar memang memberikan durasi pengisian baterai yang lebih cepat, tapi untuk kesehatan baterai slow charger justru lebih baik.
"Jadi kita bisa mengugnakan charger yang lebih besar, supaya pengisiannya lebih cepat. Tapi kalau di rumah bisa menggunakan charger standar, supaya pengisiannya lebih lama. Sehingga baterai lebih awet dan juga daya kwh-meternya tidak terlalu besar," sebut Adi.
Profil dan Layanan Dyvolt EV Shop
Dyvolt EV Shop merupakan bengkel motor listrik yang sudah bergerak sejak tahun 2015 silam dengan nama Petrik Bike. Setelah tahun 2021, namanya berubah menjadi Dyvolt EV Shop.
Di bengkel ini, konsumen bisa menggarap berbagai macam ubahan dari perawatan motor listrik standar, konversi motor bensin ke motor listrik, hingga modifikasi motor listrik.
Modifikasi pada motor listrik yang dilakukan juga beragam dari mengganti dinamo, kontroler, baterai, hingga komponen-komponen di luar kelistrikan.
FAQ Artikel
Mengapa baterai motor listrik tidak boleh dibiarkan sampai habis total?
Teknisi Dyvolt EV Shop menyarankan untuk mengecas baterai sebelum habis dan mencabutnya sebelum penuh agar baterai lebih aman dan awet.
Apakah ada perbedaan dampak antara charger cepat dan charger standar terhadap baterai motor listrik?
Ya, menurut Adi Siswanto, owner Dyvolt EV Shop, charger standar (slow charger) lebih baik untuk kesehatan dan keawetan baterai karena pengisiannya lebih lama, meskipun charger berdaya besar mengisi lebih cepat.
Layanan apa saja yang ditawarkan oleh Dyvolt EV Shop?
Dyvolt EV Shop menyediakan layanan perawatan motor listrik standar, konversi motor bensin ke motor listrik, serta modifikasi motor listrik seperti penggantian dinamo, kontroler, baterai, hingga komponen non-kelistrikan.
Sejak kapan Dyvolt EV Shop beroperasi?
Dyvolt EV Shop sudah bergerak sejak tahun 2015 silam dengan nama Petrik Bike, dan kemudian berganti nama menjadi Dyvolt EV Shop setelah tahun 2021.
Brian Priambudi
Jurnalis

.png%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)