
Uzone.id - Seorang pria berinisial JMH yang sempat menghebohkan media sosial karena mengaku sebagai aparat dan melakukan pemukulan terhadap petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cipinang, Jakarta Timur, akhirnya berhasil diamankan oleh kepolisian.
Permasalahannya sepele, JMH mau mengisi BBM MPV mewahnya Toyota Vellfire dengan BBM subsidi Pertalite dan ditolak petugas SPBU.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa insiden kekerasan ini terjadi pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.10 WIB di kawasan Cipinang, Pulogadung.
Peristiwa bermula ketika sebuah mobil Toyota Vellfire berwarna hitam ingin mengisi BBM jenis Pertalite. Namun, petugas SPBU menolak permintaan tersebut.
Penolakan ini dilakukan karena setelah pencocokan barcode di aplikasi, nomor polisi yang terpasang pada mobil tidak sesuai dengan data, sehingga pengisian BBM bersubsidi tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penolakan dari petugas inilah yang memicu emosi sang penumpang. JMH lantas turun dari mobil dan melakukan tindak kekerasan terhadap sejumlah pegawai SPBU.
Beberapa pekerja, termasuk seorang petugas yang berusaha melerai, menjadi korban pemukulan.
Akibat insiden tersebut, salah satu korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Pulogadung pada Senin (23/2), dan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pulogadung langsung menangani perkara ini.
Kombes Budi Hermanto membenarkan bahwa kejadian ini sempat viral di media sosial, di mana narasi yang beredar menyebutkan pemukulan dilakukan oleh "oknum yang mengaku aparat."
Menanggapi hal tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Subbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya, Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung segera melakukan penyelidikan dan klarifikasi.
"Hasilnya, pelaku berhasil diidentifikasi sebagai JMH dan diketahui bukan anggota Polri. Nomor polisi yang digunakan pada kendaraan juga tidak sesuai peruntukannya," jelas Budi kepada wartawan, dikutip Uzone.id.
JMH akhirnya ditangkap pada hari Selasa (24/2), sekitar pukul 16.00 WIB, oleh tim gabungan di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur.
Kombes Budi Hermanto juga menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial, serta menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan peristiwa serupa atau tindak kekerasan, segera laporkan melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti," tutupnya.