icon-category Technology

TRAFI, Solusi Hindari Kemacetan Ibu Kota

  • 01 Feb 2017 WIB
Bagikan :

Terjebak di antrean panjang Bus Transjakarta atau Kereta Rel Listrik (KRL) nampaknya sudah biasa bagi sebagian besar warga Jakarta pengguna transportasi publik. Namun, kini hal itu dapat disiasati dengan aplikasi bernama TRAFI.

TRAFI adalah salah satu aplikasi transportasi umum yang diklaim terakurat di dunia. Rabu 1/2/2017, TRAFI mengumumkan penunjukannya sebagai mitra aplikasi Jakarta Smart City dan aplikasi pendukung Transjakarta.

Kerja sama TRAFI dengan dua lembaga penting pemerintahan DKI Jakarta yang dimulai hampir setahun lalu ini melangkah ke tingkat yang lebih strategis.

Hal ini tak lepas dari kian meningkatnya jumlah warga Jakarta yang beralih menggunakan transportasi. Juga segendang sepenarian dengan manajemen Kota Jakarta yang semakin berorientasi terhadap teknologi.

TRAFI bekerja sama dengan Transjakarta dalam pengembangan sistem teknologi dan operasional. Termasuk pengembangan jadwal informasi penumpang di halte Transjakarta yang menampilkan estimasi keberangkatan bus secara real time.

TRAFI juga berkolaborasi dengan Jakarta Smart City dalam hal data sharing yang bermanfaat untuk menganalisis pola penggunaan transportasi umum. Hal ini dapat digunakan dalam pengembangan kebijakan dan perencanaan Kota Jakarta di kemudian hari.

"TRAFI merasa terhormat ditunjuk sebagai mitra aplikasi bagi Jakarta Smart City dan aplikasi pendukung untuk Transjakarta,” ungkap Country Manager Indonesia TRAFI, Dimas Dwilasetio.

alt-img

Smart City yang terorganisir, menurut Dimas, adalah kota yang warganya semakin mengandalkan transportasi umum untuk bepergian dengan aman. Padahal, beberapa tahun lalu perilaku ini hanya sebatas impian.

Transjakarta telah mulai merealisasikan impian tersebut di Jakarta melalui sebuah sistem transportasi bebas macet menggunakan sistem Bus Rapid Transit (BRT). Kini BRT telah menjangkau sebagian besar wilayah Jabodetabek.

“Misi TRAFI adalah membuat masyarakat agar beralih menggunakan transportasi publik,” kata Dimas.

TRAFI memberdayakan pengguna angkutan umum dengan memberikan informasi real time yang paling akurat tentang Transjakarta dan KRL. Selain itu, TRAFI juga telah memperluas cakupannya ke lebih dari 500 rute angkot, shuttle bandara, metromini dan bus-bus besar.

Tak hanya itu, TRAFI bahkan menyiapkan informasi untuk Uber, Grab dan Go-Jek secara integral. Dengan begitu, pengguna transportasi mendapatkan pilihan lengkap saat melakukan perjalanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

alt-img

Ramah pengguna

Penunjukan TRAFI sebagai mitra aplikasi Jakarta Smart City dan aplikasi pendukung Transjakarta diyakini dapat membantu Kota Jakarta mewujudkan konsep Smart Mobility.

Apalagi ditambah perluasan cakupan TRAFI yang menyertakan angkot, metromini dan berbagai jaringan bus dari semua operator bus di Jakarta. Hal ini dimungkinkan melalui kerja sama yang erat dengan Jakarta Smart City.

Aplikasi TRAFI dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna di Jakarta. Tampilan home screen merupakan akses utama ke semua informasi transportasi dan petunjuk rute perjalanan. Dengan demikian, pengguna kini mengetahui jadwal keberangkatan kereta, stasiun bus terdekat atau rute perjalanan angkot.

“TRAFI menghadirkan pengalaman pencarian rute yang baru dan mudah digunakan. Juga memberikan semua informasi secara offline ketika pengguna tidak memiliki koneksi internet,” beber Dimas.

alt-img

Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono menyambut baik kemitraan dengan TRAFI. Aplikasi ini, menurutnya, sangat positif karena dapat menolong warga, pengguna, maupun pelanggan transportasi umum. Selain itu, TRAFI dapat membantu PT Transjakarta dalam mengevaluasi diri agar lebih baik.

“Dengan TRAFI, masyarakat akan semakin tahu tentang jadwal keberangkatan dan kedatangan Bus Transjakarta di tiap halte,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama kedua belah pihak meliputi pengembangan sistem teknologi dan operasional. Juga pengembangan jadwal informasi penumpang di halte Transjakarta yang menampilkan estimasi keberangkatan bus secara akurat.

Ia meyakini TRAFI akan membantu pelanggan Transjakarta mendapat informasi real time. Dengan keunggulan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan Transjakarta karena pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum.

“Visi kami ke depan kami ingin mengembangkan suatu sistem transportasi yang modern, aman, mudah dijangkau, dan punya kepastian,” tegas Budi.

Pada 2016, ia menjelaskan, Transjakarta telah mengangkut sebanyak 124 juta penumpang. Target tahun ini, Transjakarta harus dapat mengangkut 185 juta penumpang. “Kami berharap TRAFI dapat membantu sehingga pelayanan dan kejar target 185 juta penumpang bisa lebih mudah dicapai.”

alt-img

Mahal di ongkos

Saat ini, masyarakat Indonesia masih terlalu mengandalkan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi. Padahal, biayanya lebih tinggi dibandingkan menggunakan transportasi publik.

Berdasarkan temuan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), jumlah pengguna angkutan umum di DKI Jakarta hingga kini (2016) baru 24% dari seluruh pelaku perjalanan setiap hari. Tak mengherankan jika kemacetan lalu lintas di Ibu Kota seolah tak kenal waktu.

Padahal, menurut Ketua (MTI) Danang Parikesit, agar kemacetan bisa terurai, idealnya 60% masyarakat yang beraktivitas beralih ke transportasi massal. Realitasnya, penggunaan kendaran pribadi semakin dominan. “Itu antara lain terlihat dari jarak perjalanan transportasi pribadi dari waktu ke waktu,” ujarnya kepada Mediaindonesia.com.

Ia mengilustrasikan, sekitar 10 tahun lalu, perjalanan seseorang dengan sepeda motor rata-rata 40 kilometer (km) per hari. Kini jaraknya bertambah menjadi 80 km. Kondisi tersebut dipastikan turut dipicu belum terkoneksinya seluruh moda transportasi.

Selain itu, biaya mahal dan kualitas pelayanan yang tidak mumpuni menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik. Transportasi umum yang tak terintegrasi satu sama lain membuat masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk menggunakannya.

alt-img

“Untuk menuju satu tempat, kita harus beberapa kali naik turun. Makanya biaya transportasi kita jadi mahal,” kata Danang, sebagaimana dikutip Detik.com.

Pria yang jago memainkan sejumlah alat musik ini menyarankan pemerintah dan pemangku kebijakan serta penyedia jasa transportasi agar menemukan solusi bersama.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) Setiaji mengatakan, TRAFI adalah salah satu solusi dalam mengurai kemacetan. Ketika warga lebih memilih sistem transportasi publik yang terintegrasi, maka penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang.

Selama ini, menurut Setiaji, yang dikeluhkan pengguna transportasi adalah lamanya waktu menunggu di halte. Dengan adanya TRAFI, kata dia, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi terkait hal itu.

"Ketika uji coba (trial) TRAFI selama setahun kemarin, ternyata mendekati real time. Dengan pengalaman tersebut, pengguna akan mengundang teman-temannya yang lain untuk menggunakan aplikasi ini," ujarnya.

Keluhan-keluhan masyarakat, sambung Setiaji, juga akan berkurang setelah merasakan pengalaman menggunakan TRAFI.

alt-img

Ia juga mengapresiasi hadirnya TRAFI sebagai mitra aplikasi Pemprov DKI Jakarta. Hadirnya TRAFI diharapkan dapat mewujudkan konsep Smart Mobility yang menjadi salah satu dari 6 pilar Jakarta Smart City. Diantaranya, warga dengan mudah dapat mengakses transportasi publik khususnya Transjakarta.

“Semoga kerja sama ini dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi berbagai pihak, khususnya warga Jakarta," pungkas Setiaji.

Didirikan pada 2013 di Lithuania, TRAFI menghadirkan suatu pendekatan ilmiah bagi transportasi umum dengan tujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaannya.

Kini TRAFI telah ada di 9 negara dan 35 kota di dunia. Di antaranya di Brasil, Estonia, Lithuania, Latvia, Rusia, Turki, Taiwan, India, Indonesia (Jakarta). Aplikasi ini terdaftar sebagai salah satu ‘Best Apps of 2014’ Apple.

Dimas mengungkapkan, TRAFI baru saja dinobatkan sebagai Travel Planner terbaik untuk angkutan umum oleh Cidade Olímpica saat pagelaran Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil.

"Teknologi unik yang dimiliki TRAFI menyediakan kualitas informasi transportasi umum yang lebih baik dibanding pesaing (kompetitor). Aplikasi ini juga membantu otoritas transportasi lokal dalam meningkatkan efektivitas armada mereka," ia menegaskan.*

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini