icon-category Digilife

Tren PHK Masih Berlanjut, Karyawan Snapchat Ketar-ketir

  • 09 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Souvik Banerjee @rswebsols/Unsplash

    Uzone.id - Lama tak terdengar, tren PHK massal diam-diam terus berlanjut di tahun ini. Gak tanggung-tanggung, perusahaan teknologi yang berencana melakukan pemutusan kerja karyawan pun bisa dibilang perusahaan yang besar.

    Baru-baru ini ada induk perusahaan TikTok dan juga Microsoft yang melakukan PHK massal pada ribuan karyawannya. Kali ini, perusahaan teknologi Snap, pemilik media sosial Snapchat, juga berencana memutus kerja karyawannya.

    Dilansir dari The Verge, pemutusan kerja karyawan ini didorong karena kinerja bisnis yang dianggap perusahaan tidak memuaskan. Rencana ini juga mulai beredar setelah Snap memberikan hasil pendapatan yang mengecewakan, termasuk saham yang anjlok ke posisi terendah mereka.

    Baca juga: Tren PHK Belum Usai, TikTok Ikut Pangkas 100 Karyawan

    Sementara itu, jumlah karyawan yang akan di PHK masih belum diputuskan karena pihak Snapchat masih melakukan perencanaan cakupan pemutusan kerja karyawan masing-masing tim.

    Bisnis Snapchat telah dirugikan karena beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya fitur ‘Ask App Not to Track’ yang ada di iPhone, dimana kebanyakan pengguna mengatakan ‘Ya’. alhasil, fitur keamanan iPhone ini mempersulit Snap untuk menargetkan iklan mereka.

    Faktor lain tentunya datang dari penurunan ekonomi yang terus meluas, faktor ini membuat saham Snap dan perusahaan lainnya merasa dihukum karena ancaman krisis.

    Baca juga: Instagram Perluas Fitur NFT ke 100 Negara, Termasuk Indonesia

    Snap telah melakukan PHK pada tahun 2018 silam dan ini akan jadi kali kedua perusahaan melakukan pemotongan jumlah karyawan. Kala itu, Snap sedang terseok-seok akibat dampak desain ulang Snapchat yang malah membuat mereka rugi besar.

    Mei lalu, CEO Evan Spiegel juga mengatakan kepada karyawan bahwa perusahaan akan menarik kembali perekrutan dan akan "menemukan penghematan biaya tambahan."

    Cek berita dan artikel yang lain di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini