icon-category Gadget

Trio Apple M3 Dirilis Selang Seminggu dari Snapdragon X Elite

Uzone.id - Apple seolah menjawab ‘tantangan’ Qualcomm saat mengumumkan Snapdragon X Elite beberapa waktu lalu. Seminggu setelah Snapdragon X Elite diluncurkan dan diklaim bisa mengalahkan M2 Max, Apple langsung merilis prosesor terbaru Apple M3 Series.

Ya, bukan satu prosesor saja yang diluncurkan Apple pada acara bertajuk ‘Scary Fast’ itu, tapi langsung tiga model chipset, yakni Apple M3, M3 Pro, dan M3 Max. 

Sama seperti A17 Pro, Apple M3 dirancang menggunakan arsitektur 3nm, sekaligus jadi chipset PC pertama di dunia yang menerapkan teknologi tersebut. 

“Apple Silicon telah sepenuhnya mendefinisikan ulang pengalaman Mac. Setiap aspek arsitekturnya dirancang untuk kinerja dan efisiensi daya,” kata Johny Srouji, Senior VP of Hardware Technologies Apple.

Apple M3 mengusung CPU octa-core dengan dua kluster, performance dan efficiency. Diklaim, performanya 35 persen lebih kencang dibanding Apple M1. Ada GPU 10-core dengan arsitektur terbaru yang menawarkan kinerja 65 persen lebih tinggi dari Apple M1.

alt-img

Menjadi model paling standar, Apple M3 memiliki total 25 miliar transistor dan sudah mendukung unified memory hingga 24 GB.

Sementara Apple M3 Pro, mengusung CPU 12-core dengan kombinasi 6 performance core dan 6 efficiency core. Dari pengujian internal Apple, kinerja single-threaded Apple M3 Pro lebih cepat 30 persen dari M1 Pro.

Apple M3 Pro mengusung 18-core GPU dengan performa 40 persen lebih cepat dari M1 Pro. Lebih banyak dari varian standar, Apple M3 Pro punya total 37 miliar transistor dan mendukung unified memory sampai 36 GB.

Spesifikasi Apple M3 Max jauh lebih ngeri. Prosesor ini punya CPU 16-core yang terdiri dari 12 performance core dan 4 efficiency core, dimana performanya nyaris dua kali lipat dibanding Apple M1 Max.

Berbekal GPU 40-core, kinerja grafis Apple M3 Max juga 50 persen lebih tinggi dibanding M1 Max. Prosesor ini terdiri dari 92 miliar transistor, dan sudah mendukung unified memory sampai 128 GB.

“Dengan teknologi 3nm, arsitektur GPU generasi berikutnya, CPU berperforma tinggi, Neural Engine yang lebih cepat, dan dukungan memori yang lebih terpadu, M3, M3 Pro, dan M3 Max adalah chipset tercanggih yang pernah dibuat untuk PC,” klaim Johny.

Fokus pada peningkatan grafis, terutama untuk gaming

alt-img

Peningkatan terbesar pada Apple M3 dibanding chip generasi sebelumnya adalah kinerja grafisnya. Apple memberikan dukungan ray tracing dan mesh shading secara hardware. Kedua fitur ini pertama kali dihadirkan Apple pada chipset-nya.

Perpaduan dua teknologi itu membuat developer game bisa menghadirkan kualitas grafis, refleksi, warna, dan detail yang jauh lebih bagus. 

“Pengembang game dapat menggunakan ray tracing untuk menghasilkan bayangan dan pantulan lebih akurat, sehingga menciptakan lingkungan yang sangat mendalam,” klaim Apple.

Apple turut membawa teknologi Dynamic Caching pada Apple M3. Teknologi ini membuat sistem bisa mengalokasikan memori yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa GPU 

Fitur baru lain yang ada di M3 adalah Dynamic Caching, yang membuat sistem bisa mengalokasikan memori sesuai dengan kebutuhan fungsi tertentu di dalam GPU. Apple mengatakan, fitur ini gak perlu dikembangkan kembali oleh developer, karena Dynamic Caching akan bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan.

Teknologi Neural Engine juga ditingkatkan pada Apple M3, M3 Pro, dan M3 Max. Plus, dengan arsitektur 3nm, maka sumber daya yang dibutuhkan oleh chipset ini lebih hemat lagi dibanding seri sebelumnya.

Rencananya, Apple M3, M3 Pro, dan M3 Max bakal menjadi ‘otak’ buat laptop MacBook Pro 14 inci, 16 inci, serta iMac 24 inci.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini