
Uzone.id - Samsung Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra bukan cuma ‘ganti’ prosesor doang menjadi Exynos 2600 untuk model standar dan Plus, serta Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy untuk varian Ultra. Ketiga smartphone ini juga hadir dengan fitur Galaxy AI yang kian lengkap, memudahkan pengguna saat beraktivitas sehari-hari.
“Infrastuktur adalah tentang tanggung jawab. Ini harus berfungsi untuk semuanya, di mana saja tanpa terkecuali. Tapi, masih ada jarak antara apa yang dijanjikan oleh AI dan apa yang pengguna inginkan. Inilah kenapa Galaxy terus melaju,” ujar TM Roh, CEO, President, Head of Device eXperience Division and Head of Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics.Samsung bawa beberapa fitur AI baru, sembari meningkatkan kemampuan fitur Galaxy AI di Galaxy S26 Series. Ada apa saja fiturnya? Berikut selengkapnya.
Call Screening
Fitur Call Screening seakan jadi solusi dari banyaknya panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal, yang seringkali mengganggu rutinitas.
Call Screening dapat secara otomatis ‘mengangkat’ telepon sebelum si pemilik ponsel menjawabnya. Tujuannya, AI ini akan mengidentifikasi siapa yang menelepon serta menanyakan apa tujuan mereka.
Nantinya, hasil percakapan AI dengan si penelepon akan dirangkum langsung di layar, sehingga pengguna bisa dengan cepat memutuskan apakah panggilan itu penting untuk dilanjutkan atau diabaikan.
Now Nudge
Ada Now Brief dan Now Bar, sekarang Samsung hadirkan Now Nudge. Fitur ini ibarat agen AI yang bisa memberikan saran yang pas banget dengan momennya.
Contohnya, ketika ada teman menanyakan foto liburan melalui aplikasi pesan, Now Nudge otomatis menyarankan foto yang tepat dari Gallery untuk langsung dikirim.
Atau, saat ada pesan masuk terkait jadwal meeting, Now Nudge otomatis memeriksa kalender untuk memastikan tidak ada agenda yang bentrok.
Now Nudge berfungsi pada Samsung Keyboard dan sudah mendukung banyak aplikasi, termasuk dari pihak ketiga. Samsung Messages dan Google Messages misalnya. Kemudian, Now Nudge juga bisa kasih saran kepada pengguna yang lagi chatting-an menggunakan WhatsApp atau WA Business, KakaoTalk, Line, Signal, DM Instagram, Tango, NTT Docomo Messages, dan KDDI Messages.
Finder
Samsung turut hadirkan Finder dengan kemampuan semantic search yang lebih pintar. Sebab, pengguna tidak perlu mengetikkan kata kunci baku yang spesifik, cukup memasukkan prompt dengan bahasa sehari-hari, lantaran fitur ini sudah mendukung model AI natural language.
Dengan memasukkan prompt seperti mencari rekomendasi hotel dan restoran yang diincar, Finder akan mencari catatan atau hasil yang relevan dengan konteks yang diinginkan penggunanya.
Automated App Action
Lagi-lagi soal agen AI. Fitur ini dirancang agar aktivitas harian bisa selesai tanpa perlu mengoperasikan smartphone secara terus-menerus.
Sederhananya, seperti saat meminta AI untuk memesankan taksi online ke bandara atau ke tempat yang diinginkan. Selanjutnya, Galaxy AI akan mengeksekusi tahapan tersebut dari awal hingga akhir secara otomatis—lewat aplikasi Uber misalnya. Jadi, pengguna cuma perlu menekan tombol pesan saja.
Notification Highlight
Bar notifikasi juga mendapatkan update signifikan. Jika sebelumnya rentetan notifikasi hanya muncul berdasarkan urutan waktu masuk, di Samsung Galaxy S26 Series, Galaxy AI mengambil peran yang lebih dominan.
AI akan menyortir dan memprioritaskan notifikasi yang keluar dari aplikasi-aplikasi yang paling sering digunakan. Hasilnya, pesan atau informasi penting dari aplikasi utama tidak akan lagi tenggelam oleh tumpukan notifikasi lain.
Bixby kembali, menjadi ‘teknisi AI’
Seolah ‘tenggelam’ oleh Gemini di tahun lalu, Samsung memberikan upgrade besar-besaran pada asisten bawaan mereka, Bixby.
Sekarang Bixby diplot sebagai Intelligent Device Agent berkat dukungan large language model (LLM) tingkat lanjut. Fungsinya seperti teknisi AI yang dapat memahami berbagai keluhan pengguna terkait perangkatnya.
Misalnya, pengguna merasa layar smartphone-nya terlalu terang dan membuat mata tidak nyaman. Bixby bakal memahami keluhan tersebut, dan akan mengaktifkan fitur Eye Comfort Shield.
Bukan cuma itu, Bixby juga akan menjelaskan alasan kenapa fitur ini berpengaruh dan perlu diaktifkan. Semuanya terjadi dalam satu tahapan, tidak perlu beralih ke Settings terlebih dahulu.
Upgrade di Creative Studio, Photo Assist dan Document Scanner
Fitur yang sudah ada di Galaxy AI, seperti Creative Studio, Photo Assist, dan Document Scanner, turut ditingkatkan.
Di Photo Assist, Samsung bawa fungsi multimodal, memungkinkan pengguna untuk mengedit foto berdasarkan masukan teks maupun gambar, semuanya dilakukan lewat fitur editor di Gallery.
Dengan fitur ini, pengguna bisa membuat potongan kue yang sudah digigit jadi utuh lagi, atau sekadar menghilangkan noda di baju hingga mengganti model pakaian di foto. Atau, menambahkan hewan peliharaan pada foto.
Kemudian Creative Studio. Samsung menyatukan proses kreasi dan kustomisasi di dalam satu ruang kerja yang terintegrasi. Dari sketsa kasar, foto, atau prompt teks, pengguna dapat langsung mengubahnya menjadi aset visual, seperti stiker, undangan, sampai wallpaper.
Dan buat kalian yang biasanya foto-foto struk untuk bukti reimbursement atau scan dokumen penting, ada Document Scanner yang dibuat makin canggih.
Samsung meningkatkan kemampuannya agar makin presisi untuk menghapus distorsi visual, seperti bayangan atau jari yang ikut terfoto. Bisa juga untuk menghilangkan lipatan kertas yang bikin dokumen kelihatan lecek.
Jadi, mana favorit kalian, Uzoners?