Auto

UI Kenalkan Empat Mobil Listrik

  • 20 July 2016
  • Bagikan :
    |

    Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-52 Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) yang jatuh pada Senin, 18 Juli 2016, UI menampilkan empat mobil listrik terbarunya. Keempat mobil tersebut adalah Bus Electric Vehicle (EV), Makara Electric Vehicle (MEV) 01, City Car MEV 02 dan City Car MEV 03. Mobil tersebut merupakan karya inovasi dari Tim Molina UI yang anggotanya merupakan dosen dan mahasiswa FTUI.

    Kendaraan pertama yangditampilkan adalah Bus EV, kendaraan yang berkapasitas mencapai 60 penumpang dengan daya motor 120 kW dan 300 Ah tersebut nantinya akan secara bertahap menggantikan keseluruhan fungsi bus kuning UI sebagai transportasi internal kampus UI. Kemudian ada Electric Vehicle (MEV) 01. City car ini menggunakan motor listrik buatan Tim Molina UI berupa Brushless Direct Current (BLDC) motor dengan kapasitas 25 kW.

    Selain itu, terdapat juga jenis city car lain yang ditampilkan pada kesempatan tersebut, yakni MEV 02. Didesain dan memiliki spesifikasi menyerupai kendaraan-kendaraan komersial, MEV 02 menggunakan motor AC Induksi dengan daya 7,5 kW dan kapasitas baterai 102 Ah. Selanjutnya ada City car MEV 03, mobil ini memiliki spesifikasi menyerupai kendaraan komersial dengan sistem hibrid menggunakan motor AC induksi dengan daya 32 kW dan kapasitas baterai 102 Ah. Sistem hybrid digunakan dengan harapan kendaraan dapat digunakan untuk jarak yang lebih jauh.

    Tak hanya merancang kendaraan listrik, tim ini juga menciptakan sistem termal untuk pendinginan kabin dan baterai serta sistem fluida berupa aplikasi jet sintetik untuk perbaikan aerodinamika kendaraan. Project lain yang sedang dikembangkan oleh Tim Molina saat ini adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik dengan menggunakan energi dari PLN dan sel surya. Nantinya hal tersebut akan berfungsi layaknya pom bensin bagi mobil-mobil listrik.

    Tim Molina UI juga menyusun kajian aspek ekonomi, hukum dan sosial budaya terhadap teknologi kendaraan listrik. Hal tersebut dilakkan untuk mengetahui reaksi penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik dan perencanaan rekayasa sosial yang harus dilakukan.

    Rendy Hendika | ui.ac.id

    Berita Terkait: