Home
/
News
Unair Ciptakan Robot Pensteril Ruang Operasi

Bagikan :
Harapannya LUVIZER dapat diaplikasikan secara luas, sehingga mampu meningkatkan efektifitas paparan radiasi germicidal pada ruang operasi.
KOMUNIKA, Jakarta – Sekelompok mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengembangkan sebuah robot medis yang mampu mensterilkan kamar operasi atau kamar bedah. Robot dengan nama LUVIZER (Line Ultraviolet Sterilizer) tersebut merupakan gabungan dari robot line follower dengan alat sterilisasi manual yang dapat dikontrol jarak jauh secara digital menggunakan controller arduino, sehingga dapat melakukan desinfeksi ruang operasi.
Tim yang terdiri dari Akhmad Afrizal R, Mokhammad Deny B, Mokhammad Dedy B, Rizky Altryara, dan Pratama Bagus B tersebut membuat robot pensteril kamar operasi karena saat ini banyak berkembang isu tentang patient safety dalam dunia kesehatan. “Sehingga perlu ditanggapi secara tepat demi meningkatkan mutu pelayanan dan mengurangi risiko kecelakaan ataupun malpraktik,” kata Akhmad Afrizal.
Sterilisasi merupakan upaya menghindarkan pasien dari kontaminasi bakteri maupun virus. Kesterilan juga berpengaruh terhadap kelancaran proses bedah yang dilakukan petugas medis.
“Jika tidak steril maka dapat meningkatkan risiko kegagalan dalam proses pembedahan, seperti terjadinya infeksi akibat bakteri udara,” katanya menambahkan
Afrizal mengatakan, LUVIZER sempat mengalami beberapa kali perombakan konsep sebelum akhirnya menjadi sebuah robot medis pensteril kamar operasi. Robot tersebut cukup aman karena adanya sensor Passive Infrared Receiver (PIR) yang mampu mendeteksi suhu manusia.
“Jika terdeteksi ada orang di dalam ruang operasi, robot ini otomatis mati, sehingga petugas medis bebas paparan radiasi tersebut,” ungkap Mokhamad Deny B.
Mereka mengakui, secara keseluruhan robot ini belum siap untuk diproduksi secara masal, jadi masih harus terus dikembangkan dan diuji lagi. Namun mereka berharap nantinya LUVIZER dapat diaplikasikan secara luas, sehingga mampu meningkatkan efektifitas paparan radiasi germicidal pada ruang operasi.
Rendy Hendika | unair.ac.id
Berita Terkait:
- PAPI, Pesawat Tanpa Awak dari UGM
- Begini Swiss Gali Terowongan Pegunungan Alpen dalam 17 Tahun
- Intel Usung Lima Hal Ini di Ajang Compute Taipe
- Asus Perkenalkan Trio Zenfone 3 di Computex 2016
- Asus Transformer 3 Jadi Pesaing Microsoft Surface 4