icon-category Digilife

Usai Ditanam Chip, Pasien Elon Musk Bisa Gerakin Mouse Pakai Otak

  • 22 Feb 2024 WIB
Bagikan :

Uzone.id – Usai menyebut kalau proyek Neuralink atau penanaman chip di otak manusia telah berhasil dilakukan, Elon Musk mengungkapkan kalau pasiennya sudah bisa melakukan beberapa pekerjaan hanya menggunakan otaknya.

Musk mengatakan, manusia pertama yang ditanamkan chip Neuralink pada otaknya mampu menggerakkan kursor mouse hanya dengan berpikir.

“Kemajuannya bagus, dan pasien tampaknya telah pulih sepenuhnya, tanpa efek buruk yang kami sadari. Pasien dapat menggerakkan mouse di sekitar layar hanya dengan berpikir,” kata Musk dikutip dari Reuters.

Musk melanjutkan, “Kami mencoba untuk menekan tombol sebanyak mungkin dengan memikirkannya saja. Jadi itulah yang sedang kami kerjakan adalah, bisakah menggerakkan mouse kiri, kanan, bawah, atas. Kami ingin memiliki lebih dari dua tombol."

Meski mengklaim telah berhasil menyematkan chip Neuralink, termasuk mengungkapkan keadaan kesehatan pasiennya, langkah Elon Musk tetap mendapat kritik dari berbagai pihak.

Beberapa di antaranya adalah profesor bioetika dan kepala Divisi Etika Medis di NYU Grossman School of Medicine, Arthur Caplan dan profesor dari Universitas Pennyslvania, Jonathan Moreno.

“Ketika orang yang membayar eksperimen pada manusia dan hasil finansial adalah satu-satunya sumber informasi, maka standar etika dasar belum terpenuhi,” kata Caplan dan Moreno.

Mereka mengatakan kalau Elon Musk dan Neuralink harus memberikan detail yang lebih umum, untuk menghindari resiko untuk memberikan harapan palsu kepada ribuan orang dengan tingkat neurologis serius.

“Ada kewajiban etis untuk menghindari risiko memberikan harapan palsu kepada ribuan orang dengan disabilitas neurologis serius,” tulis Caplan dan Moreno.

Walaupun sudah mulai menunjukkan hasil yang diharapkan, namun proyek Neuralink disebut bisa menimbulkan komplikasi yang membuat kondisi pasien menjadi lebih buruk.

“Kami bahkan tidak diberitahu adanya kemungkinan untuk melepas perangkat tersebut jika terjadi kesalahan atau subjek ingin berhenti,” tulis Caplan dan Moreno.

Neuralink terus mendapat kritikan dari berbagai pihak, maka dari itu, Caplan dan Moreno meminta masyarakat untuk tetap bersikap skeptis terhadap keamanan dan fungsionalitas perangkat apa pun yang diproduksi oleh Neuralink.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini