
Kepala Sekolah SD Tanjung Duren Selatan 01 Pagi Mulyadi mengatakan dia sangat sedih karena pengakuan siswinya yang nyaris menjadi korban penculikan ternyata hanya sandiwara.
“Saya mewakili pihak sekolah meminta maaf, harusnya kami tidak langsung percaya dan mengecek kembali kebenaran cerita siswa kami,” ujar dia.
Namun Mulyadi memastikan, setelah kejadian ini dia akan tetap melindungi P dan memberikan pembinaan seperti memanggil psikolog agar secara kejiwaan P tidak terganggu setelah peristiwa ini.
“Besok KPAI rencananya juga akan datang ke sekolah,” ujar dia.
Sebelumnya, beredar video pengakuan P yang viral di media sosial. Dalam video itu P ditanya soal penculikan yang hampir menimpanya. Menurut P, peristiwa itu terjadi ketika dia dan kedua temannya hendak pergi les di rumah salah satu guru sekitar pukul 13.00 pada Senin, 11 September 2017.
Baca: Polisi Gali Keterangan Siswi SD Tanjung Duren yang Nyaris Diculik
Sebelum pergi, mereka membeli jajanan cilok di depan sekolahnya. Di lokasi tersebut, P tiba-tiba dibekap oleh orang tidak dikenal. Orang tersebut berdiri di sebelah mobil berwarna hitam. P kemudian menggigit tangan pelaku penculikan dan lari bersama teman-temannya. P juga mengaku melihat ada dua anak kecil dalam mobil tersebut dengan kondisi mulut dilakban.
DEWI NURITA
Berita Terkait: