Home
/
Telco

Wamen Komdigi: Indonesia Harus Kuasai Kemajuan Digital

Hari Bhakti Postel ke-81 menyoroti pergeseran kedaulatan komunikasi Indonesia dari pengambilalihan fisik ke penguasaan teknologi digital.

Wamen Komdigi: Indonesia Harus Kuasai Kemajuan Digital

Wamen Komdigi (Dok: Bakti)

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menandai pergeseran fokus kedaulatan komunikasi dari pengambilalihan fisik menjadi penguasaan teknologi digital.
  • Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo menekankan pentingnya Indonesia membangun dan memanfaatkan infrastruktur digitalnya sendiri untuk kedaulatan bangsa.
  • Tema peringatan tahun ini adalah “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat,” yang mendorong kolaborasi untuk inklusivitas digital demi pertumbuhan ekonomi.
  • Rangkaian acara Hari Bhakti Postel ke-81 juga menjadi momen penghormatan bagi para pejuang komunikasi terdahulu, termasuk veteran Irian Barat.


Uzone.id - Delapan puluh satu tahun setelah para pemuda Indonesia mengambil alih Jawatan Pos, Telegram, dan Telefon (PTT) dari Pemerintah Jepang, tantangan kedaulatan komunikasi Indonesia berubah.

Bukan lagi soal mengambil alih fasilitas telekomunikasi secara fisik, melainkan bagaimana Indonesia mampu membangun, menguasai, dan memanfaatkan teknologi serta infrastruktur digitalnya sendiri.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angga Raka Prabowo saat memimpin upacara peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Hari Bhakti Postel) ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9).

Upacara yang diikuti perwakilan industri telekomunikasi dan pos serta para veteran itu menjadi puncak rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 yang telah berlangsung sejak Agustus 2026. Tahun ini, peringatan tersebut mengangkat tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat.”

Penyelenggaraan kegiatan melibatkan komunitas industri ICT dan digital yang dikomandoi Asosiasi Pengembangan Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel). Press Release Upacara HBP-81

Menurut Angga, sejarah Hari Bhakti Postel tetap memiliki relevansi dengan tantangan teknologi yang dihadapi Indonesia saat ini.

“81 tahun lalu para pemuda kita berjuang mengambil alih jawatan Pos, Telegram, dan Telefon dari Pemerintah Jepang. Perjuangan itu membawa pesan relevan sampai saat ini, bahwa infrastruktur vital dan strategis telekomunikasi sangat penting bagi kedaulatan bangsa,” ujar Angga dalam pidatonya.

Dari Merebut PTT ke Kedaulatan Digital

Jika delapan dekade lalu kedaulatan komunikasi diwujudkan melalui pengambilalihan infrastruktur, tantangannya kini bergeser ke kemampuan Indonesia mengembangkan ekosistem digital yang dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Pemerintah, menurut Angga, akan terus mendorong industri ICT dan digital untuk tumbuh dan berkembang sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat saling terhubung sekaligus memperoleh manfaat dari layanan digital dan telekomunikasi secara nasional.

“Hari ini bentuk perjuangannya berubah, kita tidak lagi mengambil alih sarana komunikasi, tapi saat ini memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi bukan hanya sebagai persoalan memperluas jaringan. Infrastruktur digital juga dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga kedaulatan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap perkembangan teknologi.


Upacara hari Bhakti ke-81 Tahun


Semangat itu sejalan dengan sejarah Hari Bhakti Postel yang diperingati setiap 27 September. Peringatan ini berakar dari peristiwa pada 1945, ketika para pemuda Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon (AMPTT) mengambil alih Jawatan PTT di Bandung.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi simbol keberanian, perjuangan, dan kemandirian dalam membangun sistem komunikasi nasional. Kini, semangat tersebut diteruskan melalui pembangunan infrastruktur digital, inovasi teknologi, serta konektivitas untuk memperkuat persatuan dan mendukung pembangunan nasional. Press Release Upacara HBP-81

Infrastruktur Digital Harus Berujung pada Inklusivitas

Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81 sekaligus Ketua Umum Aspimtel, Theodorus Ardi Hartoko (Teddy), melihat kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas manfaat konektivitas digital.

Menurutnya, sinergi antara asosiasi, operator, vendor, dan berbagai pemangku kepentingan di industri ICT dan digital dapat mendorong pertumbuhan industri sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Salah satu target yang ingin didorong adalah inklusivitas layanan telekomunikasi dan digital sehingga perkembangan teknologi tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok atau wilayah tertentu.

“Kami sebagai pelaku industri konektivitas digital di Indonesia melihat bahwa inklusivitas digital sangat ditunggu oleh masyarakat secara luas dan merata. Ini tujuannya agar konektivitas ini semakin terintegrasi melibatkan seluruh ekosistem di Indonesia, sehingga mampu menumbuhkan perekonomian yang ditopang melalui kematangan infrastruktur digital,” ungkap Teddy. Press Release Upacara HBP-81

Hari Bhakti Postel ke-81 sendiri tidak hanya diisi dengan upacara. Sejak Agustus 2026, rangkaian kegiatan mencakup pameran teknologi dan digital, funwalk, kompetisi esports, turnamen mini soccer, hingga donor darah.

Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada komunitas ICT dan digital, tetapi juga melibatkan masyarakat luas, termasuk generasi muda. Teddy menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga rangkaian kegiatan tersebut dapat berjalan lancar. Press Release Upacara HBP-81

Dari Sejarah Telekomunikasi ke Masa Depan Digital

Meski membawa pesan mengenai masa depan teknologi, Hari Bhakti Postel juga tetap menjadi ruang untuk mengingat orang-orang yang terlibat dalam sejarah komunikasi Indonesia.

Dalam upacara tersebut, Angga bersama Teddy dan Direktur Manajemen Risiko PT Pos Indonesia Rosmanidar Zulkifli yang mewakili Direktur Utama PT Pos Indonesia melakukan peletakan karangan bunga di Tugu Peringatan.


Foto: Dok Bakti


Prosesi itu menjadi penghormatan kepada para pejuang Pos dan Telekomunikasi Indonesia yang mempertahankan kedaulatan Pos dan Telekomunikasi Indonesia. Press Release Upacara HBP-81

Salah satunya Sukirman, veteran berusia 84 tahun yang terlibat langsung dalam perang memperebutkan Irian Barat pada 1961–1963. Ia berharap Hari Bhakti Postel tetap diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan terhadap para pejuang.

Di sisi lain, Sukirman mengungkapkan kekhawatirannya karena jumlah veteran di bawah Korps Veteran Karyawan Postel terus berkurang. Ketika dibentuk pada 1969, organisasi tersebut memiliki lebih dari 500 anggota. Kini hanya tersisa 16 orang dengan rata-rata usia di atas 80 tahun.

“Saya ini Korps Irian Barat PTT, penerus AM PTT untuk pembebasan Irian Barat. (Peringatan) ini baik sekali, kami merasa tetap diingat padahal dunia semakin maju,” ujar Sukirman. Press Release Upacara HBP-81

Setelah upacara, Angga menyerahkan penghargaan sekaligus ucapan terima kasih kepada pelaku industri ICT atas kontribusinya terhadap industri digital Indonesia, khususnya dalam penyelenggaraan Hari Bhakti Postel ke-81 tahun 2026.

FAQ Artikel

Apa itu Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi?

Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Hari Bhakti Postel) adalah peringatan peristiwa pada 27 September 1945, saat para pemuda Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon (AMPTT) mengambil alih Jawatan PTT dari Pemerintah Jepang di Bandung.

Apa tema Hari Bhakti Postel ke-81 tahun ini?

Tema peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 tahun ini adalah “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat.”

Bagaimana tantangan kedaulatan komunikasi Indonesia saat ini?

Tantangan kedaulatan komunikasi Indonesia saat ini bergeser dari pengambilalihan fasilitas fisik menjadi kemampuan untuk membangun, menguasai, dan memanfaatkan teknologi serta infrastruktur digitalnya sendiri.

Siapa yang menyampaikan pesan utama dalam upacara Hari Bhakti Postel ke-81?

Pesan utama disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angga Raka Prabowo.

Apa tujuan inklusivitas digital yang ditekankan?

Inklusivitas digital bertujuan agar konektivitas digital menjangkau masyarakat secara luas dan merata, menumbuhkan perekonomian yang ditopang melalui kematangan infrastruktur digital.

Susetyo Prihadi

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article