
Teknologi ramah lingkungan saat ini masih menjadi topik dalam membangun industri otomotif Indonesia dimasa depan. Dari mesin berstandar Euro 4, hybrid sampai yang sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, mobil listrik.
Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengakui bahwa tantangan selanjutnya bagi industri otomotif nasional bukan sekedar pada kendaraan seperti saat ini, melainkan juga harus ramah lingkungan.
"Dunia ini ada dua hal yang bersifat universal yang menjadi perjuangan semua orang, yaitu demokrasi dan lingkungan. Pengembangan mobil listrik dan hibrid merupakan tantangan yang harus dijalankan," kata Kalla di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, BSD, Tangerang, Jum'at (11/8).
Pengembangannya, menurut dia, tentunya bukan hanya menjadi tanggungjawab perakit kendaraan atau produsen. Tiap pemangku kepentingan, juga turut berperan untuk merealisasikan kendaraan tersebut.
Lihat juga:Jokowi Angkat Bicara Soal Mobil Listrik |
Jadi, kata dia, apabila tujuh tahun mendatang sudah mulai terlaksana, sudah dapat mengakomodir permintaan listrik, baik untuk kebutuhan kendaraan maupun dalam keseharian.
"Maka tidak ada lagi peak hour. Karena setiap saat peak hour karena adanya charger mobil di seluruh Indonesia. Maka infrastruktur kami juga harus siap dan teknologi akan dicapai lebih murah lagi," kata dia.
Sementara, untuk infrastruktur, khususnya di kota besar seperti DKI Jakarta, hinca mini proses pembangunan akan terus berlangusn. Bagi JK, pembangunan infrastruktur apalagi yang mengarah ke luar daerah dapat meningkatkan daya beli masyarakat terhadap kendaraan.
"Pembangunan infrastuktur keluar daerah meningkatkan penjualan mobil. Perbaikan infrastruktur ekonomi naik, ekonomi baik, orang akan beli mobil," ujar dia.
Politisi Partai Golkar itu melanjutkan, pada 2025 mendatang diproyesikan ada 20 persen mobil listrik sudah mulai mengaspal. Mengingat, pengembangan mobil hibrid dan diikuti beberapa purwarupa kendaraan listrik yang hinna kini sudah ada.
"Ya tadi kan sudah banyak konsepnya, prototipenya, dari hibrid ke elektrik itu perkembangnnya. Dan ini targetnya 2025 sudah 20 persen," kata Kalla.