icon-category Technology

Warga Bekasi Sampai New York Doyan Bikin Situs Berdomain .id

  • 31 Jan 2019 WIB
  • Bagikan :

    (John Schnobrich/Unsplash)

    Uzone.id -- Kalau kamu rajin membuka internet, pasti fasih dong dengan situs-situs yang punya akhiran .id? Bukannya narsis, salah satunya Uzone sendiri saja, belakangnya .id, ‘kan…

    Domain .id yang dikelola oleh badan hukum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) ini menjadi domain khas Indonesia. Tentu ada banyak sekali situs dengan domain .id yang ternyata distribusinya nggak cuma di Indonesia aja, tapi juga seluruh dunia.

    Dari data yang dirilis Pandi, per 2018 kemarin ada sekitar 271.193 domain .id yang berada di Indonesia. Kemudian urutan kedua disusul oleh Amerika Serikat di angka 2.913 domain. Kemudian secara berurutan, ada Singapura (793 domain), Australia (635 domain), dan Jepang (555 domain).

    “Secara total, ada 281.467 domain .id yang tersebar di berbagai negara sampai 2018. Unik ini, di Amerika banyak sekali domain .id. Semakin mendunia pastinya, semakin banyak yang tertarik karena konotasi .id itu sebagai identity tiap pendaftar,” Ketua Pandi Andi Budimansyah saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (31/1).

    Baca juga: Siapa Pemilik Domain Grab.id yang Bikin Grab Digugat Rp3,5 M?

    Dari 281.467 domain, ada sekitar 75,78 persen domain aktif, sedangkan 24,22 persennya tidak aktif. Lalu, kira-kira di mana sajakah pengguna domain .id yang paling banyak?

    Jika dipecah ke dalam skala kota khusus Indonesia, Pandi mencatat di peringkat lima besar adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Bekasi, dan Tangerang. Kemudian disusul oleh Bogor, Depok, Yogyakarta, Tangerang Selatan, dan Medan.

    Sementara dari skala dunia, ada pula daftar 10 kota dengan jumlah pemilik domain .id terbanyak skala dunia adalah Singapura, New York, Shibuya-Ku, San Francisco, London, Hong Kong, Mountain View, Los Angeles, Kuala Lumpur, dan Nicosia.

    “Kalau di Indonesia itu biasanya yang pakai .id adalah perusahaan-perusahaan, ada juga instansi pemerintah, serta pendidikan. Belum lagi ketika pemerintah menggalakan gerakan 1 juta domain agar para pelaku UKM pakai .id. Di luar negeri juga banyak yang pakai .id adalah perusahaan, individu juga ada sih,” sambung Andi.

    (Ketua Pandi, Andi Budimansyah. Uzone.id/Hani Nur Fajrina)

    Sementara domain .id diakses sebanyak 529 juta kali dalam sehari. Lucunya, pengakses terbanyak adalah Amerika Serikat di angka 26,27 persen.

    Secara berurutan, peringkat pertama pengakses terbanyak domain .id setelah AS adalah Indonesia (17,17 persen), Singapura (7,38 persen), Jerman (5,24 persen), Kanada (4,04 persen), Rusia (3,73 persen), Swedia (2,97 persen), Belanda (2,58 persen), dan Prancis (2,55 persen).

    Andi menargetkan di tahun 2019 ini, domain .id bisa bertambah banyak. Meski fokus di dalam negeri, pihak Pandi tidak bisa membatasi penggunaan .id di luar negeri.

    “Pengguna internet domain .id skala global semoga bisa bertambah menjadi 472 ribu nama domain sampai akhir tahun 2019. Kami tetap fokus penggunaan ini di dalam negeri lho ya, jadi jangan sampai ada ujaran kalau kita ini dikuasai pihak asing dan lain sebagainya. Kalau mau bikin domain .id, harus cepat bergerak biar namanya nggak kecolongan,” ucap Andi, sambil terkekeh.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini