
-
Tulus (Susetyo-Uzone.id)
Uzone.id - Tulus beberapa bulan lalu merilis Single baru, salah satunya adalah Labirin. Banyak yang mendengarkan, lagu ini berbeda dari lagu pria asal Bukittinggi ini.
Uzone.id berkesempatan melalukan wawancara dengan Tulus sebelum tampil di program Lets Talk LangitMusik.
Dalam perbincangannya, Tulus bercerita banyak soal Labirin, album baru dan fansnya.
Simak hasil lengkap wawancaranya berikut ini.
Seperti apa kisah di Labirin itu?
Kisahnya gamblang ya ada di lirik. Kisahnya sederhana, seseorang yang sedang jatuh cinta, dia mencari-cari apa yang disukai oleh orang disukainya itu.
Dalam pencariannya kemudian menjadi kompleks, makanya saya namakan Labirin.
Inspirasinya dari mana?
Tidak ada inspirasi khusus. Karena saya menulis lagu itu yang saya yakini bisa dirasakan oleh orang lain juga.
Ada yang berbeda ya dari lagu Labirin?
Ada perbedaan dari pendekatan arrasemen sehingga suasananya berbeda. Bukan soal ada instrumen gitar elektrik saja.
Karena satu instrumen tidak mewakili arrasemen. Di lagu sebelumnya, banyak yang pendekatannya lebih akustik, karena rekamannya analog.
Suasana yang berbeda ini sebenarnya yang hanya bisa didengarkan.
Ada Petra Sohimbing di situ, alasannya?
Petra menulis lirik bersama-sama di Labirin.
Tapi, tidak ada alasan khusus ketika saya bekerjasama dengan musisi lain (termasuk Petra Sihombing).

Ternyata dia itu ketemu saya butuh waktu hingga berjam-jam untuk sampai di tempat konser. Bagi saya itu jadi masuk akal, kenapa mereka jadi begitu.
Kalau kita berpikir jernih, fans yang seperti itu adalah energi untuk penyanyi, energi untuk lagu Indonesia. Kalau gak kan, siapa lagi yang menyenangi lagu Indonesia?
Musik digital makin berkembang, tanggapannya?
Tidak ada masalah. Karena ya perkembang zaman. Itukan etalase bagi karya musisi.
Namun, bagi saya pribadi, tidak akan bisa mengalahkan romantisme saat membeli CD, membaca bukunya dan ke konser untuk ditandatangani.
Bagi saya, semakin maju peradaban di suatu negara semakin romantis penduduknya.
Musik digital akan semakin maju, tapi CD itu tidak akan mati.