Home
/
Digilife

Wisatawan RI Jadi Sasaran Peretas di Jepang: Pakai QR Palsu dan WiFi Publik

Kaspersky mencatat jutaan serangan siber sasar wisatawan Jepang 2025-2026 dengan penipuan siber dan eksploitasi Wi-Fi, wisatawan diimbau waspada.

Wisatawan RI Jadi Sasaran Peretas di Jepang: Pakai QR Palsu dan WiFi Publik

Bagikan :

Highlight Artikel

Highlight Artikel

  • Kaspersky melaporkan jutaan serangan siber menargetkan wisatawan di Jepang antara Q3 2025 hingga Q2 2026.
  • Modus serangan utama meliputi situs web palsu (32,8 juta), serangan backdoor, pencurian kata sandi, dan spyware.
  • Celah keamanan sering ditemukan melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman dan kode QR palsu.
  • Wisatawan disarankan untuk selalu berhati-hati saat menggunakan Wi-Fi publik dan memverifikasi kode QR sebelum bertransaksi.

Uzone.id — Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkap bahwa saat ini penjahat siber terus mengembangkan aktivitas mereka dengan menargetkan wisatawan di suatu negara. Salah satu yang paling sering kena target adalah wisatawan yang berlibur ke Jepang.

Dalam laporan terbaru yang dibagikan Kaspersky, Senin, (19/10), dari kuartal ketiga (Q3) 2025 hingga kuartal kedua (Q2) 2026, wisatawan luar negeri termasuk Indonesia mendapatkan jutaan ancaman siber saat berlibur ke Jepang.

“Saat bepergian, orang cenderung lebih fokus untuk menjelajahi tempat-tempat baru daripada memikirkan keamanan siber. Inilah yang membuat wisatawan menjadi target yang menarik: mereka menggunakan layanan digital yang asing, terhubung dari lokasi baru, dan sering kali mengambil keputusan dengan cepat. Riset kami menunjukkan bahwa penjahat siber secara aktif memanfaatkan situasi ini,” ujar Noushin Shabab, Peneliti Keamanan Utama Global Research and Analysis Team Kaspersky, dalam keterangannya.

Ada sekitar 33 juta lebih serangan dengan berbagai modus yang menyerang para wisatawan. Modus paling banyak adalah ancaman web berupa situs-situs palsu yang ditemukan wisatawan saat mencari informasi perjalanan, pemesanan layanan hingga jaringan publik.




Serangan dengan modus ini mencapai 32,8 juta serangan siber selama kurang lebih 1 tahun terakhir. Kemudian, ada 294 ribu serangan backdoor yang memungkinkan penyerang mendapat akses ilegal ke perangkat.

Selain itu, sebanyak 201 ribu serangan siber juga dideteksi dengan menggunakan modus pencurian kata sandi. Modus ini dirancang untuk mengumpulkan kredensial dari aplikasi, mesin pencarian dan masih banyak lagi.

Kemudian, sebanyak 209 ribu lainnya menggunakan modus spyware untuk memantau aktivitas pengguna dan mengakses informasi sensitif. 

Serangan-serangan siber untuk para wisatawan ini banyak ditemukan melalui beberapa celah. Salah satunya adalah jaringan wifi publik yang sering ditemukan di bandara, hotel, kafe dan juga mall-mall seluruh Jepang.




Penjahat siber menggunakan hotspot palsu untuk mencuri kredensial masuk atau informasi keuangan.

Oleh karena itu, wisatawan diminta agar tetap hati-hati ketika terhubung dengan wifi publik, hindari mengakses layanan perjalanan, email, akun medsos, pembayaran dan situs keuangan menggunakan wifi publik.

Selain itu, modus penipuan ini juga sering menggunakan kode QR palsu saat membayar sesuatu. QR palsu ini biasanya ditempel di atas kode QR yang sah dan mengalihkan pembayaran ke rekening milik pelaku penipuan. 

Biasanya, modus ini sering ditemukan di toko, restoran, fasilitas transportasi, atau layanan terkait pariwisata lainnya.

Oleh karena itu, wisatawan sebaiknya memeriksa nama pedagang dan detail pembayaran sebelum menyetujui transaksi, menghindari kode QR yang rusak atau tampak diubah, mengonfirmasi detail kepada staf jika merasa ragu.

 

FAQ Artikel

Apa temuan utama laporan Kaspersky mengenai ancaman siber?

Laporan Kaspersky mengungkap bahwa penjahat siber terus menargetkan wisatawan, dengan jutaan ancaman terdeteksi untuk wisatawan di Jepang dari kuartal ketiga (Q3) 2025 hingga kuartal kedua (Q2) 2026.

Modus serangan siber apa saja yang paling sering terjadi pada wisatawan?

Modus paling banyak adalah ancaman web berupa situs-situs palsu (32,8 juta serangan), diikuti oleh serangan backdoor (294 ribu), pencurian kata sandi (201 ribu), dan spyware (209 ribu.

Melalui celah apa saja serangan siber terhadap wisatawan ini banyak ditemukan?

Serangan siber banyak ditemukan melalui jaringan Wi-Fi publik palsu di bandara, hotel, kafe, dan mall, serta melalui kode QR palsu yang ditempel di atas kode QR yang sah untuk mengalihkan pembayaran.

Bagaimana cara wisatawan melindungi diri dari serangan siber saat bepergian?

Wisatawan sebaiknya berhati-hati ketika terhubung dengan Wi-Fi publik (hindari mengakses layanan sensitif), memeriksa nama pedagang dan detail pembayaran sebelum transaksi QR, serta mengonfirmasi kepada staf jika merasa ragu.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article