Home
/
Automotive

Wuling Minta Maaf, Konsumen Bayar Tunai tapi Mobil Tak Datang

Wuling Motors buka suara soal konsumen di Surabaya yang belum menerima mobilnya meski mengaku sudah melakukan pelunasan sejak Januari 2026.

Wuling Minta Maaf, Konsumen Bayar Tunai tapi Mobil Tak Datang

Wuling Darion PHEV

Bagikan :

Uzone.id - Wuling Motors buka suara soal konsumen di Surabaya yang belum menerima mobilnya meski mengaku sudah melakukan pelunasan sejak Januari 2026. Dari hasil penelusuran internal, Wuling menemukan adanya pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam proses transaksi.

Pelanggaran SOP itu dilakukan oleh oknum wiraniaga di salah satu jaringan dealer Wuling Motors di Surabaya.

“Berdasarkan hasil penelusuran, telah ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum wiraniaga dalam proses transaksi,” jelas Wuling dalam keterangan resminya, dikutip pada Sabtu (5/9).

Wuling turut menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami oleh konsumen.

Perusahaan menegaskan tidak menoleransi tindakan yang bertentangan dengan prosedur maupun berpotensi merugikan konsumen.

“Wuling Motors menegaskan bahwa perusahaan tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prosedur perusahaan maupun yang dapat merugikan konsumen,” lanjut Wuling.

Wuling mengatakan akan mengambil tindakan dan melakukan langkah korektif terhadap dealer yang bersangkutan. Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan proses pelayanan dan transaksi berjalan sesuai ketentuan.

“Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya dalam bertransaksi di seluruh jaringan dealer resmi Wuling Motors, sesuai dengan standar yang berlaku,” tegas perusahaan.

Wuling turut berjanji memperkuat pengawasan terhadap penerapan SOP di seluruh jaringan dealer resminya. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan dan mencegah kasus serupa terulang. 

Bermula dari pembelian Wuling Darion yang tak kunjung datang

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cakji), mendampingi salah satu konsumen di dealer Wuling Surabaya. (Foto: Instagram/@cakj1)

Kasus ini dialami konsumen bernama Nancy. Persoalannya mencuat setelah Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, mendampingi proses mediasi antara Nancy dan pihak dealer Wuling.

Menurut Nancy, proses pembelian Wuling Darion dimulai ketika dirinya membayar uang muka pada Desember 2025. Ia kemudian diminta melunasi pembayaran pada Januari 2026.

Nancy mengaku pelunasan dilakukan ke rekening perusahaan atau dealer, berdasarkan arahan Raditya Febriyanto yang saat itu menjabat sebagai supervisor sales.

“Dari awal Januari 2026 itu saya sudah melakukan pelunasan 100 persen, tapi sampai saat ini saya nggak terima unitnya dan nggak ada pengembalian uang dari pihak Wuling,” kata Nancy.

Nancy mengatakan seluruh proses pembelian, mulai dari test drive, pembayaran uang muka, hingga pelunasan didampingi oleh Raditya. Setelah menyelesaikan pembayaran, ia menerima kuitansi dengan logo Wuling, materai, dan stempel basah di kantor dealer.

Namun, ketika bukti pembayaran tersebut diperiksa bagian keuangan dealer, Nancy mendapat informasi bahwa kuitansinya diduga tidak asli. Padahal menurutnya, transaksi dan penyerahan kuitansi dilakukan di lingkungan dealer.

Nancy kemudian melayangkan somasi untuk meminta kepastian penyerahan kendaraan. Pada 22 Juni 2026, ia mengaku menerima transfer sebesar Rp55 juta dan kembali dijanjikan unit mobil pada 6 Juli.

Namun, sampai waktu yang dijanjikan, mobil tersebut belum juga diterima. Nancy kemudian meminta bantuan Cak Ji untuk memperoleh kepastian mengenai unit maupun sisa dana yang telah dibayarkan.

Dalam mediasi tersebut, pihak dealer menyampaikan bahwa persoalan yang melibatkan mantan wiraniaganya telah dibawa ke jalur hukum. Cak Ji meminta persoalan internal tersebut tidak menghilangkan hak konsumen yang sudah melakukan pembayaran.

“Jadi kan Bu Nancy ini beli mobil sejak Januari, berarti kan sudah hampir satu tahun. Mereka beli bukan kredit tapi cash. Beliau sudah memenuhi persyaratan yang diminta PT sini. Nah tinggal PT sini realisasinya kapan? Itu saja,” kata Cak Ji.

“Kalau dalam minggu besok mobilnya nggak datang, lebih baik ibu batalkan saja sudah. Soal mereka ada proses hukum dengan mantan sales-nya itu urusan mereka. Intinya uang itu masuk di kantor sini bukan ke kantong sales. Tolong ya pak selesaikan ya,” tegasnya.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article