X Tak Lagi Bayar Akun Centang Biru yang Curi Konten Orang Lain
X memperketat aturan monetisasi karena maraknya pencurian konten dan manipulasi interaksi di platform mereka oleh akun-akun centang biru.

Highlight Artikel
- X memperketat aturan monetisasi untuk mengatasi pencurian konten dan minimnya konten orisinal.
- Sistem baru mampu mendeteksi konten duplikat tiga kali lebih sering, termasuk video ber-watermark dan konten teks.
- Pendapatan monetisasi hanya akan diberikan kepada pengguna yang pertama kali mengunggah konten asli.
- Pengguna yang berulang kali memanipulasi sistem akan dikeluarkan dari program monetisasi X.
Uzone.id – X memperketat
aturan monetisasi di tengah maraknya akun-akun yang mencuri konten dari akun
lain atau dari lintas platform. Alhasil, X kini seperti platform ‘buangan’
dimana minimnya konten original dari para penggunanya.
Melalui sistem tersebut, X akan mendeteksi konten yang
diunggah ulang, termasuk video yang telah diberi watermark, intro, maupun
perubahan lainnya.
Jika konten teridentifikasi sebagai hasil unggahan ulang,
pendapatan monetisasi hanya akan diberikan kepada pengguna yang pertama kali
mengunggah konten tersebut.
“Program ini dibangun berdasarkan gagasan sederhana: memberikan penghargaan kepada para kreator yang menghadirkan ide-ide orisinal, keahlian, kreativitas, dan sudut pandang unik ke dalam X, bukan untuk mereka yang ahli dalam memanipulasi sistem,” tulis Nikita Bier dalam akun resminya.
Aturan ini tidak hanya untuk konten foto dan video saja,
tapi juga berlaku untuk konten berbasis teks. Pengguna yang menyalin unggahan
viral milik orang lain berpotensi kehilangan hak atas pendapatan dari konten
tersebut.
Bier mengungkap ada sekitar 1,5 juta unggahan yang dicuri
dalam siklus terbaru. Ia tidak menjelaskan periode waktu yang digunakan dalam
perhitungan tersebut tapi unggahan ini berupa teks, video dan juga foto.
Yang marak ditemukan di X biasanya adalah cuitan yang dicuri dari platform lain seperti Threads, TikTok dan juga Instagram. Mereka akan mengunggah konten tanpa kredit atau memberikan kredit di postingan selanjutnya agar terlihat seperti konten asli milik mereka sendiri.
Selain pencurian konten, X juga akan menindak pengguna yang
dianggap memanipulasi interaksi untuk meningkatkan performa akun. Salah satunya
dengan mengajak sesama akun centang biru untuk saling berinteraksi. Menurut X,
pola tersebut dapat digunakan untuk mengerek jumlah interaksi secara tidak
organik.
X memperingatkan bagi akun yang berulang kali atau sengaja
mencoba mengakali sistem deteksi, maka mereka akan dikeluarkan dari program
monetisasi dan tidak akan mendapat gaji dari sistem tersebut.
FAQ Artikel
Mengapa X memperketat aturan monetisasi?
X memperketat aturan monetisasi untuk mengatasi maraknya akun yang mencuri konten dari akun lain atau lintas platform, yang menyebabkan minimnya konten orisinal.
Bagaimana X mendeteksi konten duplikat?
X menggunakan sistem baru yang diklaim mampu mendeteksi konten duplikat tiga kali lebih sering, termasuk video ber-watermark, intro, perubahan lainnya, serta konten berbasis teks yang disalin.
Siapa yang akan menerima pendapatan monetisasi jika konten teridentifikasi sebagai duplikat?
Pendapatan monetisasi hanya akan diberikan kepada pengguna yang pertama kali mengunggah konten asli.
Apakah aturan monetisasi baru ini hanya berlaku untuk video dan foto saja?
Tidak, aturan ini juga berlaku untuk konten berbasis teks. Pengguna yang menyalin unggahan viral milik orang lain berpotensi kehilangan hak atas pendapatan.
Apa konsekuensi bagi akun yang mencoba mengakali sistem deteksi monetisasi X?
Akun yang berulang kali atau sengaja mencoba mengakali sistem deteksi akan dikeluarkan dari program monetisasi dan tidak akan mendapat gaji dari sistem tersebut.

