
Uzone.id — Perubahan
besar-besaran sedang dialami oleh Microsoft dan anak perusahaannya. Raksasa teknologi ini dikabarkan kembali
melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.
Dari jumlah tersebut, divisi Xbox menjadi salah satu yang
paling terdampak dimana lebih dari 1.600 posisi langsung dihapus sebagai bagian
dari restrukturisasi Microsoft.
Dalam memo internal kepada karyawan, Executive Vice President Microsoft, Amy Coleman, mengatakan perubahan ini dilakukan agar perusahaan bisa lebih fokus pada area bisnis yang dinilai mampu memberikan pertumbuhan jangka panjang di tengah industri yang terus berubah.
“Perusahaan tidak bisa memilih apakah industrinya akan
berubah atau tidak, mereka hanya bisa memilih apakah mereka ikut berubah
mengikuti perubahan itu atau tidak,” katanya dikutip dari BBC, Rabu, (08/07).
Coleman menegaskan kalau para pekerja ini akan langsung
digantikan oleh AI tapi menurutnya, AI memang mulai mengubah cara pekerjaan
dilakukan di berbagai lini bisnis.
"Yang jelas, AI memang sedang mengubah cara pekerjaan
dilakukan," lanjutnya.
Dampak paling besar dari kebijakan ini dirasakan oleh Xbox
di tengah huru-hara divisi game ini yang mau menghilangkan disk fisik untuk
beberapa judul game mereka.
CEO Xbox yang baru, Asha Sharma, menyebut perusahaan kini
tengah menjalani restrukturisasi terbesar sepanjang sejarah divisi gaming
tersebut.
“Kami sedang memulai restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah
Xbox,” kata Sharma dalam pesan kepada karyawan.
Selain pengurangan ribuan karyawan, Microsoft juga akan
memisahkan empat studio pengembang game dari organisasi Xbox, yakni Compulsion
Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Labs.
Sharma mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat bisnis diviisi game mereka.
“Perubahan ini demi masa depan yang lebih besar bagi Xbox,”
ujarnya.
Menurutnya, perusahaan perlu melakukan perubahan agar tetap
relevan di tengah perkembangan industri game yang kini semakin bergeser ke
platform lintas perangkat, layanan cloud, dan model berlangganan.
Dengan perubahan ini, Xbox juga akan menaungi studio
pengembang Minecraft, Mojang, dan pengembang Candy Crush, King. Sementara itu,
Double Fine dan Compulsion Games akan kembali menjadi studio independen.
Menariknya, kedua studio tersebut juga tetap membawa hak kekayaan intelektual
(IP) atas game yang mereka kembangkan.
PHK terbaru ini terjadi ketika industri game global masih
menghadapi tekanan dalam beberapa tahun terakhir.
Sepanjang 2024, Microsoft telah memangkas lebih dari 2.000
karyawan di Xbox dan menutup empat studio game setelah mengakuisisi Activision
Blizzard. Tak lama berselang, perusahaan juga mengumumkan rencana memangkas
hingga 9.000 posisi seiring meningkatnya investasi Microsoft di bidang AI.