Telco

XL Axiata Didapuk Kelola 4G USO di 132 Desa di Sumatera

  • 06 October 2021
  • Bagikan :

     

    Uzone.id - XL Axiata mendapat mandat dari pemerintah untuk mengelola sebagian desa di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), khususnya di Sumatera. Ada sekitar 132 titik desa yang tersebar di 7 provinsi yang akan dikelola XL Axiata dalam program USO.

    Menurut Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, perusahaannya bertugas untuk mengintegrasikan infrastruktur jaringan 4G USO yang disediakan oleh BAKTI dengan jaringan core dan billing milik XL Axiata, termasuk memberikan layanan pelanggan secara end to end.

    "Penetapan setiap titik lokasi ditetapkan oleh pemerintah. BAKTI sebagai penanggung jawab penyedia infrastruktur radio dan backhaul sampai ke titik point of integration dengan operator seluler. Total ada 132 titik desa kategori 3T yang berada di tujuh provinsi yang akan kami kelola melalui program USO ini," ujar I Gede, dalam keterangan resminya, Rabu, 6 Oktober 2021.

    Baca juga: Telkomsel dan XL Axiata Jadi Mitra Seluler di 9 Paket KSO

    Semua titik tersebut, katanya, berada di area yang benar-benar terpencil, bahkan hampir semuanya berada di perbatasan wilayah NKRI dengan wilayah negara tetangga atau perairan internasional. Karena itu XL dikatakannya merasa terhormat mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola jaringan dan layanan 4G di titik-titik terpencil tersebut.

    "Karena ini tidak hanya bicara tentang bisnis, tetapi juga menyangkut bagaimana kami terpanggil untuk turut memperkuat kedaulatan wilayah Republik Indonesia," ujarnya.

    Dari daftar titik-titik lokasi jaringan 4G USO yang akan dikelola oleh XL Axiata tersebut, beberapa di antaranya berada di Samudera Hindia seperti Mentawai (Sumatera Barat), Nias (Sumatera Utara), serta Pulau Banyak dan Pulau Aceh (Aceh). Lalu ada juga Natuna dan Anambas (Kepulauan Riau) yang jauh di Laut Cina Selatan. Selanjutnya di perairan Selat Malaka ada antara lain Pulau Jemur, Rupat Utama, dan Kepulauan Meranti yang masuk Provinsi Riau. Titik lainnya berada di desa-desa terpencil yang tersebar di Pelalawan (Riau), Singkil (Aceh), Bintan (Kepulauan Riau), Seluma (Bengkulu), dan Pesisir Barat (Lampung).

    Baca juga: 4G XL Axiata Selimuti 82 Persen Desa di Rokan Hulu

    “Semua jaringan yang dibangun dalam program ini merupakan jaringan 4G dan akan menggunakan koneksi Vsat dan terestrial. Semua aspek teknis pembangunan infrastruktur jaringan radio dan transport sampai ke titik interkoneksi dengan operator, akan ditangani oleh BAKTI," jelasnya.

    Untuk operasionalnya, perlu menunggu pembangunan infrastruktur selesai, sehingga dapat diintegrasikan dengan jaringan core, billing serta system layanan pelanggan XL Axiata.

    "Informasi yang kami terima, pembangunan di sejumlah titik lokasi sudah akan dilaksanakan sebelum akhir tahun, selebihnya di tahun depan,” lanjut Gede.