XLSmart Geber 5G di 101 Kota Hingga Akhir Tahun, Klaim Real 5G
XLSmart menggelar 5G ke 101 kota di Indonesia usai alokasi bandwidth 50 MHz dari Komdigi Juli 2026. Targetnya: 50% populasi dengan kecepatan 5G sesungguhnya.

Ilustrasi BTS (Foto: XLSmart)
Highlight Artikel
- PT XLSmart Telecom Sejahtera resmi mendapatkan alokasi bandwidth 50 MHz pada pita frekuensi 2,6 GHz dari Komdigi pada Juli 2026 untuk pengembangan jaringan 5G.
- XLSmart menargetkan 101 kota di seluruh Indonesia terjangkau jaringan 5G hingga akhir tahun 2026, meningkat dari 88 kota di awal tahun 2026.
- Jaringan 5G XLSmart akan melayani semua brand, yaitu XL, Smartfren, dan Axis, dengan kecepatan 5G sesungguhnya tanpa dibedakan.
- Kementerian Komdigi mengalokasikan frekuensi 700 MHz untuk cakupan 4G dan pemerataan 5G, serta 2,6 GHz untuk kecepatan internet dan akselerasi 5G, demi meningkatkan peringkat internet mobile Indonesia.
Uzone.id - Setelah resmi mendapatkan alokasi bandwidth sebesar 50 MHz pada pita frekuensi 2,6 GHz dari hasil seleksi yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Juli 2026, PT XLSmart Telecom Sejahtera (XLSmart) langsung menggeber jaringan 5G mereka ke sejumlah kota di Indonesia.
Shurish Subbaramaniam, Chief Technology Officer PT XLSmart mengatakan, sejak 5 Agustus 2026 lalu, perusahannya langsung menargetkan dari 88 kota di awal tahun 2026, menjadi 101 kota di seluruh Indonesia sudah terjangkau oleh jaringan internet generasi kelima ini.“Dengan bandwidth sebesar itu, kami bisa menggelar 5G, benar-benar kecepatan 5G sesungguhnya. Dan semua brand, XL, Smartfren dan Axis akan berada di jaringan yang sama. Sama-sama mendapatkan 5G. Tidak akan dibedakan,” ujar Shurish, saat berbincang dengan sejumlah media di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026).
Dia juga menambahkan dalam waktu dekat, kota-kota seperti Lombok dan Malang menjadi beberapa diantara dari wilayah yang bakal terselimuti oleh 5G XLSmart.
Sementara itu ditambahkan oleh Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys, dengan memprioritaskan 88 sampai 101 kota hingga akhir tahun ini, operator itu akan mengcover 50% populasi dengan jaringan 5G. Dia juga memastikan coverage 5G XLSmart tidak hanya berdasarkan jumlah penduduk yang besar saja, namun juga kebutuhan akan data yang tinggi di sana.
“Harapannya, rating internet mobile Indonesia itu bisa naik posisinya ke atas, paling tidak di Asia kecepatannya sudah meningkat ke papan tengah. Harapannya bisa masuk ke 3 besar,” tambah Merza.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sudah resmi mengesahkan 3 operator seluler yaitu XLSmart, Telkomsel dan juga Indosat Ooredoo Hutchison sebagai pemenang lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Untuk pembagiannya di frekuensi 700 MHz, XLSmart mendapatkan 30 Mhz, Telkomsel akan mendapat 20 Mhz dan Indosat Ooredoo mendapat 20 Mhz.
Lalu, untuk pembagian di frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel akan mendapat 80 Mhz, Indosat Ooredoo Hutchison 60 Mhz, dan XLSmart sebesar 50 Mhz.
Menteri Komdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa frekuensi 700 MHz akan diutamakan untuk memperluas cakupan jaringan 4G dan pemerataan jaringan 5G ke berbagai wilayah pelosok daerah. Kemudian untuk frekuensi 2,6 GHz akan digunakan untuk meningkatkan kecepatan internet dan akselerasi jaringan 5G.
FAQ Artikel
Kapan PT XLSmart Telecom Sejahtera mendapatkan alokasi bandwidth untuk 5G?
PT XLSmart Telecom Sejahtera (XLSmart) resmi mendapatkan alokasi bandwidth sebesar 50 MHz pada pita frekuensi 2,6 GHz dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Juli 2026.
Berapa banyak kota yang ditargetkan XLSmart untuk terjangkau jaringan 5G hingga akhir tahun 2026?
Hingga akhir tahun 2026, XLSmart menargetkan 101 kota di seluruh Indonesia sudah terjangkau oleh jaringan internet generasi kelima ini, meningkat dari 88 kota di awal tahun 2026.
Bagaimana XLSmart akan memastikan kecepatan 5G sesungguhnya?
Dengan alokasi bandwidth 50 MHz, XLSmart bisa menggelar 5G dengan kecepatan sesungguhnya. Semua brand, XL, Smartfren, dan Axis akan berada di jaringan yang sama dan sama-sama mendapatkan 5G tanpa dibedakan.
Apa tujuan Komdigi mengalokasikan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz?
Frekuensi 700 MHz diutamakan untuk memperluas cakupan jaringan 4G dan pemerataan 5G ke pelosok. Frekuensi 2,6 GHz digunakan untuk meningkatkan kecepatan internet dan akselerasi 5G, dengan harapan meningkatkan rating internet mobile Indonesia di Asia.