
Daftar Isi
Hasilnya, masing-masing operator membawa pulang "jatah" spektrum sesuai strategi mereka. XLSmart menjadi peserta dengan alokasi terbesar di pita 700 MHz, sedangkan Telkomsel memperoleh blok paling lebar di pita 2,6 GHz.
| Peringkat Hasil Seleksi | Peserta Seleksi | Harga Penawaran Per MHz | Blok Pita Frekuensi Radio | Total Harga Penawaran |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk | Rp 35.340.000.000,00 (tiga puluh lima miliar tiga ratus empat puluh juta rupiah) | 30 MHz (2x15 MHz) | Rp 1.060.200.000.000,00 (satu triliun enam puluh miliar dua ratus juta rupiah) |
| 2 | PT Telekomunikasi Selular | Rp 32.125.000.000,00 (tiga puluh dua miliar seratus dua puluh lima juta rupiah) | 20 MHz (2x10 MHz) | Rp 642.500.000.000,00 (enam ratus empat puluh dua miliar lima ratus juta rupiah) |
| 3 | PT Indosat Tbk | Rp 25.374.000.000,00 (dua puluh lima miliar tiga ratus tujuh puluh empat juta rupiah) | 20 MHz (2x10 MHz) | Rp 507.480.000.000,00 (lima ratus tujuh miliar empat ratus delapan puluh juta rupiah) |
Di pita frekuensi 700 MHz, XLSmart menempati peringkat pertama dengan harga penawaran Rp35,34 miliar per MHz. Operator tersebut memperoleh blok selebar 30 MHz atau 2x15 MHz dengan total nilai penawaran mencapai Rp1,06 triliun.
Posisi kedua ditempati Telkomsel yang mengajukan harga Rp32,125 miliar per MHz untuk blok 20 MHz (2x10 MHz), dengan total penawaran Rp642,5 miliar.
Sementara Indosat berada di posisi ketiga setelah mengajukan penawaran Rp25,374 miliar per MHz untuk blok 20 MHz (2x10 MHz), dengan total nilai Rp507,48 miliar.
| Peringkat Hasil Seleksi | Peserta Seleksi | Harga Penawaran Per MHz | Blok Pita Frekuensi Radio | Total Harga Penawaran |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PT Telekomunikasi Selular | Rp 6.823.000.000,00 (enam miliar delapan ratus dua puluh tiga juta rupiah) | 80 MHz | Rp 545.840.000.000,00 (lima ratus empat puluh lima miliar delapan ratus empat puluh juta rupiah) |
| 2 | PT Indosat Tbk | Rp 6.200.000.000,00 (enam miliar dua ratus juta rupiah) | 60 MHz | Rp 372.000.000.000,00 (tiga ratus tujuh puluh dua miliar rupiah) |
| 3 | PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk | Rp 4.632.000.000,00 (empat miliar enam ratus tiga puluh dua juta rupiah) | 50 MHz | Rp 231.600.000.000,00 (dua ratus tiga puluh satu miliar enam ratus juta rupiah) |
Persaingan berbeda terjadi di pita frekuensi 2,6 GHz. Kali ini Telkomsel menjadi peserta dengan alokasi terbesar setelah memenangkan blok selebar 80 MHz dengan harga Rp6,823 miliar per MHz atau senilai total Rp545,84 miliar.
Indosat berada di posisi kedua dengan blok 60 MHz senilai Rp372 miliar, sedangkan XLSmart memperoleh blok 50 MHz dengan total penawaran Rp231,6 miliar.
Hasil tersebut menjadi penutup rangkaian seleksi yang dimulai dari evaluasi administrasi, dilanjutkan lelang harga pada 7 Juli, hingga pemilihan blok frekuensi pada 8–10 Juli 2026.
Meski demikian, hasil ini belum sepenuhnya final. Komdigi masih membuka masa sanggah hingga 14 Juli 2026 pukul 15.00 WIB.
Apabila tidak ada peserta yang mengajukan keberatan, Tim Seleksi akan menyampaikan laporan kepada Menteri Komunikasi dan Digital untuk kemudian menerbitkan keputusan resmi penetapan pemenang.
Dengan demikian, Telkomsel, Indosat, dan XLSmart baru akan resmi menjadi pemenang lelang setelah keputusan menteri diterbitkan.
Di luar biaya hak penggunaan spektrum yang harus dibayarkan, ketiga operator juga akan memikul tanggung jawab baru. Frekuensi yang diperoleh bukan sekadar aset bisnis, tetapi juga disertai kewajiban memperluas layanan telekomunikasi di Indonesia.
Komdigi mewajibkan pemenang seleksi menghadirkan layanan broadband bergerak di ratusan desa yang telah ditentukan pemerintah, sekaligus mempercepat pembangunan jaringan 5G dalam lima tahun ke depan.
Menurut Komdigi, proses seleksi ini bukan hanya bertujuan membagi spektrum kepada operator, melainkan menjadi bagian dari strategi mempercepat pemerataan infrastruktur digital nasional.
Pemerintah berharap tambahan spektrum tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan seluler sekaligus memperluas jangkauan internet hingga wilayah yang selama ini belum mendapatkan layanan optimal.
Seleksi ini adalah proses lelang dan pemilihan blok spektrum frekuensi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler oleh operator telekomunikasi di Indonesia, khususnya untuk tahun 2026 dan seterusnya.
Operator pemenang adalah XLSmart (alokasi terbesar di 700 MHz dengan 30 MHz), Telkomsel (alokasi terbesar di 2,6 GHz dengan 80 MHz), dan Indosat yang juga memperoleh alokasi di kedua pita frekuensi tersebut.
Untuk pita 700 MHz: XLSmart senilai Rp1,06 triliun, Telkomsel senilai Rp642,5 miliar, dan Indosat senilai Rp507,48 miliar. Untuk pita 2,6 GHz: Telkomsel senilai Rp545,84 miliar, Indosat senilai Rp372 miliar, dan XLSmart senilai Rp231,6 miliar.
Belum. Komdigi masih membuka masa sanggah hingga 14 Juli 2026. Hasil akan resmi final setelah tidak ada keberatan dan keputusan menteri diterbitkan.
Operator pemenang diwajibkan untuk memperluas layanan broadband bergerak ke ratusan desa yang ditentukan pemerintah dan mempercepat pembangunan jaringan 5G dalam lima tahun ke depan.
Tujuan utamanya adalah mempercepat pemerataan infrastruktur digital nasional, meningkatkan kualitas layanan seluler, dan memperluas jangkauan internet ke wilayah yang belum optimal.